Sukses

Adopsi Teknologi AI, LG Klaim Mesin Cuci Terbarunya Bisa Bunuh 99,9 Persen Tungau

Liputan6.com, Jakarta - PT LG Electronics Indonesia (LG) baru saja memperkenalkan mesin cuci berkapasitas besar (20 kilogram) terbarunya yaitu F2720SVRV.

Perangkat rumah tangga ini mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang diklaim mampu merawat pakaian dengan lebih baik dan bisa membunuh 99,9 persen tungau.

Bicara mengenai kemampuan pembersihan dari kuman dan allergen, pemanfaatan uap air pada mesin cuci sebenarnya bukan hal baru.

Namun, keistimewaan inovasi pada fitur LG Steam terletak pada kemampuannya dalam menghasilkan sekaligus mempertahankan temperatur panas dari steam pada tingkatan 60 derajat Celcius saat proses pembersihan.

Kemampuan untuk mempertahankan suhu pada tingkatan optimal dalam kabin pencucian ini penting karena tak hanya bakal membuat terlepasnya debu halus atau tungau, namun juga material lain yang menjadi pemantik alergi.

"Untuk kemampuannya ini, mesin cuci LG telah mendapat pengakuan internasional berupa sertifikat British Allergy Foundation (BAF) yang menyatakan tingkat efektivitas kemampuannya mencapai 99,9 persen dalam menyingkirkan tungau dan allergen," ujar Product Marketing Director Home Appliances LG Electronics Indonesia, Kris Lee, melalui keterangannya, Minggu (28/11/2021).

Perawatan pakaian lebih baik juga menjadi keunggulan yang ditawarkan mesin cuci LG berdimensi 700 x 770 x 990 milimeter ini. Kemampuan ini berkat sensor canggih bernama AI DD (Artificial Intelligence Direct Drive).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

20.000 Basis Data Karakteristik Bahan Pakaian

Dikatakan canggih karena tak saja membawa kemampuan sensor pada mesin cuci konvensional yang mendeteksi berat total cucian, dukungan kecerdasan buatan dalam sensor AI DD juga membuat mesin cuci ini mampu membedakan pencucian berdasarkan karakteristik bahan pakaian.

Sensor ini dapat mengenali karakteristik bahan pakaian dengan dukungan 20.000 basis data karakteristik bahan pakaian saat pencucian.

Saat cucian dimasukkan, pengguna cukup menekan sebuah tombol untuk mengaktifkan sensor. Hal ini akan membuat tabung cuci berputar perlahan yang memberikan waktu bagi sensor mengenali karakteristik pakaian melalui gelombang mikro yang dihasilkan.

Head of Product Marketing Home Appliance LG Electronics Indonesia, Rumbi Simanjuntak, menuturkan pengembangan sensor berbasis AI ini merupakan hasil dari pengamatan LG pada ketidakpuasan yang kerap timbul dari mesin cuci konvensional.

Mesin cuci konvensional hanya mampu mendeteksi berat pencucian dan tak mampu mengenali kebutuhan pencucian berbeda antara dua jenis pakaian dengan bahan dasar sama.

"Kemampuan untuk membedakan cucian dengan tingkat kejelian berlapis inilah yang membuat mesin cuci ini lebih mampu merawat pakaian," klaim Rumbi.

3 dari 4 halaman

Kontrol Mecin Cuci via Smartphone

Melengkapi kepintarannya, mesin cuci ini juga didukung LG ThinQ, platform berupa aplikasi yang dapat diunduh pada smartphone berbasis Android maupun iOS.

Melalui keterhubungan WiFi, pengguna dapat mengendalikan mesin cuci ini hanya dengan pilihan menu pada smartphone. Antara lain memulai pencucian, memilih siklus pencucian tertentu hingga menonaktifkannya.

LG juga menyematkan fitur TurboWash untuk meminimalisir kebutuhan waktu dalam pencucian tanpa mengurangi performa hasilnya. 

Saat pencucian mulai berjalan, mesin cuci membuat tabung dan pulsator bergerak pada arah putar berbeda. Selain menciptakan gelombang air yang membuat deterjen lebih membaur baik, gerakan unik ini menimbulkan efek memeras lebih kuat dalam membersihan pakaian.

4 dari 4 halaman

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia