Sukses

Zyrex Komentari Soal Spesifikasi Laptop Merah Putih yang Ramai Diperbincangkan

Liputan6.com, Jakarta - Vendor laptop dalam negeri PT Zyrexindo Mandiri Buana (Zyrex) memberikan komentar mengenai spesifikasi laptop Merah Putih yang ramai diperbincangkan warganet.

Dalam pernyataannya kepada Tekno Liputan6.com, Jumat (30/7/2021), Corporate Secretary Zyrex, Evan Jordan, mengatakan pengadaan dari Kemdikbud-ristek ini merupakan bagian dari program Digitalisasi Pendidikan di seluruh Indonesia.

"Model dan spesifikasi laptop yang kami produksi kami sesuaikan untuk mendukung program Digitalisasi Pendidikan tersebut," kata Evan.

Lebih lanjut dia mengatakan, spesifikasi laptop Zyrex untuk pengadaan ini sesuai dengan yang ditayangkan di e-katalog. Di mana, spesifikasi tersebut telah memenuhi spesifikasi minimum yang disampaikan dalam petunjuk teknis (juknis) dari Kemdikbud.

"Petunjuk teknis tersebut bersifat umum dan berlaku untuk setiap merek yang ingin menawarkan produknya di e-katalog LKPP," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Vendor Bisa Tawarkan Laptop dengan Spek Lebih Tinggi

Dalam Lampiran X dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 2021 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2021, disebutkan spesifikasi minimal untuk laptop Merah Putih.

Menurut Evan, selain menawarkan laptop dengan spesifikasi minimum, setiap merek diberi kesempatan untuk menawarkan produk dengan spesifikasi di atas spesifikasi minimum yang tertera dalam juknis.

"Oleh karena itu, setiap pemegang merek akan bersaing untuk menawarkan produk dengan spesifikasi terbaik dengan harga tayang termurah. Dengan demikian, pemerintah sebagai pembeli produk tersebut mendapatkan produk dengan spesifikasi dan harga yang terbaik," kata Evan dalam pernyataannya.

3 dari 4 halaman

Berbagai Laptop yang Ditawarkan di LKPP

Pantauan Tekno Liputan6.com di laman LKPP untuk produk peralatan elektronik perkantoran dan peralatan pendukungnya, sejumlah vendor laptop lokal yang menawarkan produk masing-masing mulai dari Axioo Chromebook (berbagai tipe) dan model lain dengan Rp 4 jutaan, Rp 5 jutaan, dan ada pula yang Rp 6 jutaan.

Begitu pula dengan produk laptop Chromebook (berbagai tipe) dari Zyrex yang ditawarkan, mulai dari Rp 5 jutaan, Rp 6 jutaan, atau Rp 7 jutaan, dengan spesifikasi menyesuaikan.

Kendati demikian di laman LKPP ini juga ada laptop berbagai tipe dari kedua merek lainnya dengan harga lebih tinggi, di atas Rp 8 juta, Rp 9 juta, atau Rp 10 juta.

Dengan harga yang lebih tinggi, spesifikasinya pun juga tidak sama, misalnya laptop Axioo MyBook Pro X5 (8S2H9) yang ditawarkan Rp 10,7 juta dengan spesifikasi chipset Intel Core i505257U (2,7GHz - 3,1GHz), RAM 8GB DDR4, penyimpanan SSD 256GB + HDD 1 TB, dan ukuran layar 14 inci FHD. Selain itu juga masih banyak model lainnya, dengan spesifikasi dan harga di atasnya.

4 dari 4 halaman

Spesifikasi Minimal Laptop Merah Putih

Informasi soal spesifikasi laptopini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2021.

Berdasarkan penelusuran Tekno Liputan6.com terhadap lampiran X Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021, Jumat (30/7/2021), berikut ini adalah spesifikasi minimal untuk laptop merah putih:

  • Tipe prosesor core: 2, frekuensi: ≥ 1,1 GHz, Cache 1M
  • Memori standar terpasang : 4 GB DDR4
  • Hard drive : 32GBUSB
  • Port : dilengkapi USB 3.0
  • Networking : WLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
  • Tipe grafis : HD integrated
  • Audio : integrated
  • Monitor : 11 inci LED
  • Daya/power : maksimum 50 watt
  • Operating system Chrome OS
  • Device management : ready to activated chrome education upgrade (harus diaktivisi setelah penyedia ditetapkan sebagai pemenang)
  • Masa garansi : 1 tahun.

Spesifikasi laptop yang disyarakatn Kemdikbudristek untuk mendukung digitalisasi pendidikan (sumber: Kemdikbudristek)

 (Tin/Ysl)