Sukses

Top 3 Tekno: Kebocoran Data 279 Juta Penduduk Indonesia Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan kasus kebocoran data pribadi. Kali ini, data 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online.

Berita ini pun menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (20/5/2021) kemarin.

Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya mengatakan, kemungkinan data-data bocor itu benar adanya.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Data 279 Juta Penduduk Indonesia Diduga Bocor dan Dijual di Forum Online

Data 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online. Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang diunggah Kamis, (20/5/2021).

Dalam cuitannya, akun tersebut mengatakan data 279 juta penduduk Indonesia bocor dan dijual, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Sejauh ini belum diketahui data bocor ini berasal dari instansi mana. Namun, sejumlah dugaan menyebutkan data bocor berasal dari BPJS Kesehatan.

Baca selengkapnya di sini

2. Kata Pakar Keamanan Siber Soal Data 279 Juta Penduduk Indonesia Diduga Bocor

Isu kebocoran data kembali terungkap ke publik. Kali ini, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online.

Data yang dijual di forum online dengan nilai 0,15 Bitcoin atau senilai Rp 87 juta ini diduga bocor dari sistem sebuah instansi pemerintah.

Pakar Keamanan Siber, Alfons Tanujaya mengatakan, kemungkinan data-data bocor itu benar adanya.

Baca selengkapnya di sini 

 

2 dari 2 halaman

3. BPJS Kesehatan Telusuri Dugaan Kebocoran Data Milik 279 Juta Penduduk Indonesia

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah dibobol dan dijual di forum online. Data bocor ini diduga berasal dari institusi pemerintah yakni BPJS Kesehatan.

Tekno Liputan6.com mengkonfirmasi kepada pihak BPJS Kesehatan terkait dugaan kebocoran data ini.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma'ruf, menyebut BPJS Kesehatan tengah melakukan penelusuran untuk memastikan apakah data yang diduga bocor berasal dari sistemnya.

Baca selengkapnya di sini