Sukses

Discord Akhiri Pembicaraan tentang Akuisisi dengan Microsoft?

Liputan6.com, Jakarta - Platform komunikasi untuk gaming Discord dikabarkan mengakhiri pembicaraan terkait penjualan perusahaan kepada Microsoft atau perusahaan lainnya. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

The Wall Street Journal sebelumnya menulis, baik Discord maupun Microsoft masih terbuka untuk pembicaraan baru, namun untuk saat ini Discord menyebut bakal menempuh jalannya sendiri.

Mengutip laman The Verge, Rabu (21/4/2021), aplikasi chatting yang biasa dipakai oleh gamer itu sebelumnya tengah dalam pembicaraan dengan Microsoft terkait akuisisi.

Kabarnya, nilai akuisisi Discord oleh Microsoft berada di angka lebih dari USD 10 miliar atau setara Rp 145 triliun.

Sebenarnya selain dengan Microsoft, Discord melakukan pembicaraan seputar akuisisi dengan tiga perusahaan lain. Menurut Bloomberg, perusahaan yang tertarik dengan Discord mulai dari Amazon hingga Epic Games.

 

2 dari 3 halaman

Mau Jadi Perusahaan Independen

Kini laporan terbaru menyebut, alih-alih dibeli perusahaan teknologi ternama, Discord memilih untuk tetap jadi perusahaan independen dan mempertimbangkan untuk jadi perusahaan publik melalui IPO.

Perlu diketahui, Discord kini punya lebih dari 140 juta pengguna bulanan. Perusahaan mendapatkan pemasukan sebesar USD 130 juta (setara Rp 1,8 triliun) pada 2020, kendati demikian masih dianggap kurang menguntungkan.

Ketertarikan Microsoft terhadap Discord banyak hubungannya dengan peran Microsoft sebagai rumah bagi komunitas online.

3 dari 3 halaman

Kenapa Microsoft Tertarik Discord?

Aplikasi Discord dipakai sebagai tools untuk membuat konten, mengembangkan forum, hingga membuat grup lokal yang fokus pada video gim.

Di luar Xbox dan Surface, Microsoft sendiri tidak memiliki cara untuk menghadapi kebutuhan konsumen yang besar, guna menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang, layaknya aplikasi Discord.

Microsoft punya Teams yang bisa digunakan untuk keperluan pribadi, namun berbeda feel-nya dengan Discord. Pasalnya Discord menghadirkan sentuhan pribadi dan tidak pernah terikat dengan kategori aplikasi chat untuk bisnis.

(Tin/Ysl)

 

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online