Sukses

Qualcomm Mau Garap Konsol Gaming Android Mirip Nintendo Switch?

Liputan6.com, Jakarta - Qualcomm dilaporkan tengah mengembangkan konsol gaming berbasis Android yang mirip dengan Nintendo Switch. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Pemimpin Redaksi XDA, Mishaal Rahman.

Mengutip laman The Verge, Rabu (24/3/2021), perangkat ini akan ditenagai dengan silikon Qualcomm dan dapat mulai dijual pada 2022, jika sudah menjadi sebuah produk.

Berdasarkan gambar yang dilihat oleh Android Police, perangkat tersebut akan menghadirkan kontroler mirip Joy-Con yang dapat dilepas. Selain itu, konsol gaming ini juga mendukung slot SD card, Android 12, dan dukungan jaringan 5G.

Mishaal Rahman juga mengatakan, konsol gaming ini didukung dengan baterai berkapasitas 6.000mAh. Saat ini dimensi fisiknya masih belum jelas.

Dalam cuitan, Mishaal Rahman menyebut, layar konsol gaming Android ini kemungkinan 6,65 inci dengan resolusi 1.080 piksel. Perlu diketahui ukuran layar Switch seluas 6,2 inci dengan resolusi 720 piksel.

Bisa dibilang, konsol gaming Qualcomm ini mirip dengan smartphone besar tetapi dibekali kontroler terpasang dan pendingin aktif. Nintendo Switch sendiri juga tampak seperti smartphone berukuran besar, dengan pustaka gaming yang hanya bisa dimainkan di perangkat tersebut.

2 dari 3 halaman

Harganya Rp 4 Jutaan?

Bicara Android, saat ini ada banyak gim dengan pengalaman bermain yang bagus di toko aplikasi Android. Sebut saja Fortnite hingga Genshin Impact.

Seiring kehadiran konsol gaming Android ini, Qualcomm tampaknya harus memberikan penjelasan ke pelanggan, mengapa mereka perlu membeli perangkat terpisah untuk main gim alih-alih di smartphone Android yang telah dibekali dengan chipset Snapdragon.

Apalagi, ponsel gaming sendiri didukung dengan tombol built-in atau aksesori pengontrol untuk mendukung permainan jadi lebih baik. Sebut saja aksesori yang disematkan di perangkat gaming Black Shark atau ROG Phone.

Laporan Android Police memperlihatkan, Qualcomm ingin menghadirkan konsol gaming ini secara komersial di toko-toko retail.

Diperkirakan, Qualcomm akan membanderol konsol gaming ini sekitar USD 300 atau Rp 4 jutaan, sebanding dengan Switch.

3 dari 3 halaman

Desainnya Tak Seperti Konsol Gaming Lain di Toko

Menurut narasumber Rahman, konsol gaming ini mirip dengan desain referensi ketimbang konsol gaming lain yang ada di toko.

Tidak diragukan lagi, pembesut chipset seperti Qualcomm memang sering membuat perangkat sampel untuk membantu produsen lain merancang system on chip (SoC) atau radio mereka.

Kadang produk-produk referensi ini akhirnya dijual ke vendor lain dan dipakai dengan merek berbeda sehingga disebut sebagai whitelabeling.

Laporan lain mengatakan, proyek konsol gaming Qualcomm ini sudah dikembangkan selama beberapa waktu dan masih belum diketahui kapan perkiraan selesainya. Qualcomm pun belum yakin konsol ini akan dijadikan sebagai apa.

Masih ada kemungkinan konsol ini dibatalkan perilisannya sebelum dilihat oleh publik. Pasar konsol gaming memang kini begitu menggiurkan, setelah kesuksesan Nintendo Switch, kehadiran berbagai merek smartphone gaming, bisa jadi hal ini menjadi peluang bagi kehadiran perangkat baru.

(Tin/Ysl)