Sukses

Bill Gates Mau 'Tutupi Matahari' untuk Bantu Atasi Pemanasan Global

Liputan6.com, Jakarta - Bill Gates kabarnya mau 'menutupi matahari' untuk membantu mengatasi pemanasan global.

"Kamu tidak bisa menutupi matahari dengan jari, tapi mungkin dengan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa," kata Bill Gates kepada Forbes, seperti dikutip dari Entrepreneur, Kamis (28/1/2021).

Rupanya, Bill Gates akan ikut mendanai sebuah proyek yang bertujuan meredupkan sinar matahari guna 'mendinginkan' Bumi.

Proyek penelitian ini bernama Eksperimen Gangguan Terkendali Stratosfer alias SCoPEx. Penelitian dikerjakan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard.

Tujuannya adalah untuk memantulkan sinar matahari di luar atmosfer Bumi. Solusi ini akan dicapai dengan cara menyemprotkan berton-ton kalsium karbonat yang tidak beracun (CaCO3) ke atmosfer.

"SCoPEx adalah eksperimen ilmiah untuk memajukan pemahaman tentang aerosol stratosfer yang mungkin relevan untuk rekayasa geosurya," demikian bunyi tulisan di laman proyek SCoPEx.

2 dari 3 halaman

Gunakan Balon

Proyek ini akan mulai dengan dilakukannya tes, antara lain pelepasan balon dengan peralatan ilmiah. Balon ini tidak berisi CaCO3 tetapi berfungsi sebagai uji manuver dan untuk eksplorasi komunikasi dan sistem operasi.

"Kami berencana menggunakan balon yang melayang tinggi untuk mengangkat paket instrumen, dengan ketinggian 20Km ke atmosfer. Setelah ditempatkan, sejumlah material akan dilepaskan untuk menciptakan massa udara yang terganggu dengan panjang sekitar 1Km dan diameter 100 meter," tulis penjelasan penelitian tersebut.

"Kemudian kami akan menggunakan balon yang sama untuk mengukur perubahan yang dihasilkan pada massa udara yang terganggu, termasuk perubahan kepadatan aerosol, kimia atmosfer, dan hamburan cahaya," tulis penjelasan di laman SCoPEx.

3 dari 3 halaman

Ditentang Karena Dianggap Akan Perparah Pemanasan Global

Forbes melaporkan, penentang ilmiah dari proyek ini percaya, geo-engineering matahari bisa membawa risiko yang tak terelakkan dan perubahan ekstrim pada pola cuaca, sehingga tidak berbeda dengan tren pemanasan saat ini.

Mereka juga menjelaskan, pemerhati lingkungan takut bahwa perubahan dramatis dalam strategi mitigasi ini justru menjadi lampu hijau bagi gas rumah kaca untuk terus dipancarkan tanpa ada variasi dalam pola konsumsi saat ini.

(Tin/Isk)

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa