Sukses

Canon Daftarkan Paten Kamera Mirip DJI Osmo

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, sebuah panten milik Canon yang menampilkan sebuah kamera mirip dengan DJI Osmo muncul di internet.

Bedanya dari DJI Osmo, panten milik Canon ini mengungkap bagaimana lensa kamera dapat dicopot (gonta-ganti), dan berputar menghadap ke depan dan untuk selfie.

Mengutip deskripsi paten via Engadget, Jumat (1/1/2021), desain kamera milik Canon ini dibuat sehingga lensa kamera dapat diputar ke berbagai arah dengan mudah.

Seperti yang bisa kamu lihat dari gambar di atas, perangkat ini terdiri dari bodi utama, bagian yang dapat digerakkan, sebuah lensa, engsel, dan layar.

Paten kamera Canon yang mirip dengan DJI Osmo. (Doc: Canon)

Dalam keterangan resmi Canon, produk ini dibuat untuk memenuhi permintaan sebuah perangkat yang dapat menangkap konten video dalam berbagai situasi dan angle.

Berdasarkan ilustrasi, lensa RF Canon yang terpasang dapat berputar ke atas dan ke bawah serta sepenuhnya terbalik untuk menghadap fotografer.

 

2 dari 3 halaman

Pertama dari Canon

Canon EOS M200. Dok: pt. Datascrip

Lebih lanjut, tampaknya Canon tidak menyertakan informasi soal dukungan gimbal di dalam paten tersebut.

Bila memang disertakan, ini akan menjadi yang pertama dari Canon. Tanpa gimbal, perusahaan akan bergantung sepenuhnya pada sensor dan optic stabilization agar dapat merekam gambar lebih baik dan tidak goyang.

Saat ini, Canon telah mengajukan lima paten terpisah yang berhubungan dengan desain ini. Sayangnya, belum dapat dipastikan apakah produk ini akan diproduksi secara masal dalam waktu dekat.

3 dari 3 halaman

Canon Akui Data Karyawan Dicuri Hacker

Setelah mengalami serangan siber pada Agustus 2020, Canon akhirnya secara terbuka mengkonfirmasi bahwa serangan itu disebabkan oleh ransomware dan hacker mencuri data dari server perusahaan.

Departemen TI Canon mengeluarkan pemberitahuan kepada staf pada 5 Agustus 2020, yang menjelaskan bahwa perusahaan mengalami 'masalah sistem menyeluruh yang memengaruhi banyak aplikasi, email, dan sistem lainnya'.

Akan tetapi, sebagaimana diwartakan Techradar, Senin (30/11/2020), perusahaan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Menurut perusahaan, hacker berhasil mengakses server file yang juga menampung informasi tentang karyawan saat ini dan mantan karyawan dari tahun 2005 hingga tahun 2020, termasuk gaji mereka.

(Ysl/Why)

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Manisnya Boba