Sukses

Maingame.com dan Bukalapak Gelar Program Turnamen Asik

Liputan6.com, Jakarta - Maingame.com kini telah hadir di aplikasi Bukalapak melalui program Turnamen Asik. Kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk membangun industri gim Tanah Air agar terus tumbuh dan berkembang.

"Kerja sama dengan Bukalapak merupakan salah satu cara kami membangun industri permainan di Indonesia," tutur CEO Maingame.com, Anton Soeharyo dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2020).

Lebih lanjut dia menuturkan upaya ini sekaligus langkah awal untuk membuka akses bagi masyarakat menikmati berbagai permainan karya anak bangsa.

"Hasil dari para pengembang permainan tanah air akan semakin dikenal, dimainkan dan dicintai," kata Aryo melanjutkan. Terlebih, di tengah pandemi Covid-19, Anton mengklaim Maingame.com mencatat lonjakan lalu lintas hingga 75 persen dalam sebulan terakhir.

"Tren positif itu kian mempertegas langkah kami melakukan kerja sama dengan Bukalapak, sekaligus mendorong pertumbuhan Maingame.com dan pengembang gim lokal di ekosistem kami," ujar dia menjelaskan.

Head of New Customers & O2O Growth Bukalapak, Hans Calvin juga menyambut baik kolaborasi ini. Sebab, kolaborasi ini turut memperkuat komitmen Bukalapak sebagai platform online inovatif yang dapat terus memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

"Kami berharap Turnamen Asik bisa mendukung tujuan kami untuk terus memenuhi kebutuhan pengguna kami yang beragam, tidak terkecuali kebutuhan untuk menyalurkan hobi gaming," tutur Hans. 

Untuk diketahui, seluruh peserta Turnamen Asik Bukalapak berkesempatan untuk mendapatkan Credits hingga Rp 7,5 juta setiap minggunya. Bagi kamu yang tertarik, informasi lengkap seputar program ini dapat diakses di aplikasi Bukalapak.

2 dari 3 halaman

Bukalapak Hadirkan Layanan APERD Lewat Buka Investasi Bersama

Sebelumnya, Bukalapak baru saja resmi meluncurkan PT Buka Investasi Bersama (BIB). Sesuai namanya, BIB merupakan penyelenggara teknologi finansial dan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Kehadiran BIB sekaligus menjadi bentuk komitmen Bukalapak untuk mewujudkan visi "Fair Economy for All", yang salah satunya dilakukan dengan membangun dan memperluas kesetaraan akses bagi masyarakat untuk menjangkau layanan investasi.

BIB yang merupakan teknologi terbaru dari Bukalapak ini juga merupakan kolaborasi CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin; President Bukalapak, Teddy Oetomo; dan AVP of Investement Solution dan Financing Bukalapak , Dhinda Arisyiya.

Ketiganya memang dikenal memiliki latar belakang manajemen keuangan yang kuat. Selain itu, mereka juga sudah berpengalaman di bidang capital dan financial market.

"Harapan kami, BIB semakin memberikan solusi investasi yang dapat diakses oleh semua kalangan sehingga akan mengubah stigma yang beranggapan kalau investasi hanya diperuntukkan bagi sebagian kalangan masyarakat Indonesia saja,” tutur Teddy yang juga merupakan CEO Buka Investasi Bersama dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (5/10/2020).

Menurut Teddy, sebelum BIB, Bukalapak juga sudah menghadirkan layanan BukaReksa pada 2016. Sejak diluncurkan, layanan itu terus melakukan beragam transformasi untuk menghadirkan solusi sesuai kebutuhan finansial target pasar Bukalapak.

Adapun, Teddy mengatakan, target pasar yang dimaksud merupakan pengguna Bukalapak yang berasal dari luar kota besar di Indonesia, termasuk yang berasal dari berbagai status latar belakang sosial ekonomi. 

3 dari 3 halaman

Targetkan 500 Ribu Pengguna Bukalapak

Saat ini, BukaReksa disebut telah menjangkau lebih dari ratusan investor pemula. Mereka dapat melakukan transaksi dengan junmlah terjangkau secara aman dan mudah, sekaligus mengetahui beragam produk yang tersedia dan sesuai profil risiko keuangannya.

Dari situ, COO BIB Dhinda Arisyiya mengatakan Bukalapak lantas memperluas akses investasi, mulai dari sisi independensi, peningkatan operasional, keamanan dan pengawasan regulator. Hal itu yang lantas diwujudkan dengan BIB.

"Buka Investasi Bersama dihadirkan untuk memberikan layanan investasi yang lebih baik, aman, andal dengan pengalaman berinvestasi yang menyenangkan yang disesuaikan dengan skema kebutuhan setiap investor," tuturnya.

Sebagai marketplace pertama yang memiliki APERD, Bukalapak mengambil langkah besar dan serius untuk menutup kesenjangan ekonomi dan mendorong perluasan inklusi finansial. Targetnya, BIB dapat mengakuisisi 500 ribu pengguna Bukalapak menjadi investor efek reksadana.

(Dam/Why)