Sukses

Peneliti: Virus Corona Bisa Menempel di Layar Smartphone hingga Nyaris Sebulan

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia membuat orang harus rajin menjaga kebersihan dengan mencuci tangan serta membersihkan smartphone dan gadget lain secara teratur.

Kebiasaan ini tampaknya perlu terus dilakukan. Pasalnya kini para peneliti di Australia mendapatkan temuan baru mengenai virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19.

Dalam temuan yang dipublikasikan di Jurnal Virologi, virus SARS-CoV-2 disebutkan bisa bertahan hampir satu bulan di permukaan kaca, baja tahan karat (stainless steel), kertas, dan uang kertas polimer jika disimpan pada suhu sekitar 20 derajat Celcius dengan kelembaban 50 persen RH.

"Keberadaan virus SARS-CoV-2 pada kaca dan vinil (baik layar umum dan bahan pelindung layar) menunjukkan bahwa perangkat layar sentuh (smartphone) mungkin jadi sumber penularan potensial dan harus didisinfeksi secara teratur, terutama jika dipakai oleh multi-pengguna," demikian bunyi jurnal virologi tersebut, seperti dikutip dari ZDNet, Senin (12/10/2020).

2 dari 4 halaman

Kertas dan Polimer juga Jadi Media Penyebaran Virus

Bukan hanya permukaan kaca saja, uang kertas baik jenis kertas maupun polimer plastik yang dipakai di negara seperi Inggris dan Australia juga berpotensi jadi media penyebaran virus.

Dalam penelitian lain, kertas disebut menyimpan lebih banyak patogen dibandingkan polimer.

"Data ini memperlihatkan bahwa SARS-CoV-2 bertahan pada kertas dan polimer hingga setidaknya 28 hari di suhu 20 derajat Celcius. Meskipun tingkat inaktivasi lebih cepat pada material polimer," tulis jurnal tersebut.

Pada penelitian sebelumnya, SARS-CoV-2 dikatakan bisa bertahan selama beberapa hari di permukaan kaca dan uang kertas.

Artinya, pengguna smartphone dan gadget lainnya harus sering membersihkan perangkat mereka dan sering mencuci tangan.

3 dari 4 halaman

Cara Terbaik Bersihkan Smartphone

Menurut sebuah survei, rata-rata orang menyentuh smartphone lebih dari 2.000 kali dalam sehari. Maka tak heran kalau smartphone dapat menampung banyak bakteri dan kuman.

Beberapa ahli memperkirakan smartphone mengandung kuman 10 kali lebih banyak dibanding closet. Salah satu mencegah virus corona adalah dengan rajin membersihkan smartphone.

Namun, penggunaan desinfektan untuk membersihkan smartphone dapat merusak layar. 

Cara teraman untuk membersihkan smartphone tanpa merusak perangkat adalah dengan menggunakan kain lembut (tidak berbulu) dengan air hangat dan sabun. Demikian menurut Apple.

Emily Martin, profesor epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan, menuturkan membersihkan smartphone dengan sabun dan sedikit air, atau mencegah smartphone agar tidak kotor pada umumnya adalah ide yang baik.

"Tetapi smartphone selalu menjadi sarang bagi kuman karena kamu memegangnya hingga ke area di mana penyakit menular dapat masuk, seperti mata, hidung. dan mulut," kata Martin.

Orang juga cenderung membawa smartphone mereka ke mana-mana, termasuk kamar mandi (tempat sebagian besar kontaminasi terjadi).

4 dari 4 halaman

Hindari Bawa Masuk Smartphone ke Toilet

Cara mencegah virus, selain membersihkan smartphone adalah dengan menghindari membawa smartphone ke kamar mandi.

"Kamu juga harus mencuci tangan setelah menggunakan toilet, terlebih kamu membawa smartphone atau tidak," Martin menambahkan.

Studi menunjukkan 30 persen orang tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet.

Faktanya, ketika penyakit seperti flu atau virus corona menyebar, mencuci tangan secara teratur dan tepat adalah beberapa saran terbaik yang dapat kamu ikuti.

(Tin/Isk)