Sukses

Realme: Pasang Banderol Harga Murah Bukan Strategi Utama Perusahaan

Liputan6.com, Jakarta - Marketing Director Realme Indonesia Palson Yi menegaskan, memasang banderol harga lebih rendah ketimbang kompetitor bukanlah strategi utama perusahaan dalam memasarkan produknya.

"Kami kini punya lebih dari lima juta pengguna aktif. Kalau lihat data internal, angka penjualan kami makin tinggi. Kami kira, harga murah produk kami bukan satu-satunya strategi pemikat hati pengguna sebab ada beberapa faktor lainnya, termasuk fitur dan teknologi yang produk kami tawarkan," tutur Palson di konferensi pers virtual pada hari ini, Selasa (16/6/2020).

Alih-alih menjadikan harga murah sebagai strategi utama, menurut Palson, perusahaan mencoba untuk "berfokus pada upaya untuk memenuhi kebutuhan target pengguna kami secara spesifik."

Hal itu pula menjadi alasan mengapa perusahaan pada hari ini merilis dua smartphone dengan target pasar berbeda, yakni Realme X3 SuperZoom dan Narzo.

Salah satu keunggulan dari Realme X3 SuperZoom terletak pada kameranya. Palson menyatakan permintaan atas peningkatan kualitas kamera, termasuk di segmen flagship smartphone, masih tinggi.  

2 dari 2 halaman

Strategi utama perusahaan

Memenuhi permintaan dan kebutuhan pengguna, menurut Palson, merupakan salah satu dari strategi utama perusahaan.

"Itulah mengapa kami berinovasi meningkatkan kualitas kamera di flagship smartphone [karena permintaan masih tinggi]," ujar Palson. 

Palson mencontohkan pada Realme X3 Zoom untuk pertama kalinya perusahaan menyematkan lensa periskop dan teknologi Night Mode yang dapat menghasilkan foto terbaik, bahkan memotret langit berbintang.

"Strategi ini tidak hanya untuk entry level dan mid range, melainkan untuk semua segmen. Jadi, kami tidak terlalu berfokus pada kompetisi di segmen tertentu dan membanderol harga murah. Kami hanya berupaya untuk memenuhi kebetuhan pengguna di setiap segmen," kata Palson.