Sukses

Virus Corona Dapat Pengaruhi Produksi iPhone

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran virus Corona di Tiongkok dinilai akan memengaruhi produksi berbagai produk Apple di negara tersebut. Sejumlah produk Apple, termasuk iPhone dan AirPods diproduksi di Tiongkok.

Dilansir Nikkei Asian Review, Rabu (29/1/2020), pusat-pusat produksi utama para mitra pemasok Apple berada di dekat provinsi Henan dan Guangdong. Kedua wilayah tersebut berdekatan dengan provinsi Hubei, yang sejauh ini sudah terkonfirmasi ada lebih dari seribu kasus Corona.

Berdasarkan data real time saat artikel ini ditulis di https://gisanddata.maps.arcgis.com/, terkonfirmasi lebih dari 3.000 kasus Corona di Hubei. Sementara di Henan 221 dan Guangdong 241.

"Situasi virus Corona di Tiongkok dapat memengaruhi jadwal produksi yang sudah direncanakan," ungkap seorang eksekutif rantai pasokan Apple.

Apple dilaporkan telah meminta para mitra pemasoknya untuk memproduksi hingga 80 juta unit iPhone selama enam bulan pertama tahun ini. Jumlahnya meningkat lebih dari 10 persen dibandingkan jadwal produksi tahun lalu.

Perusahaan asal Negeri Paman Sam itu telah memesan sekira 65 juta iPhone, sebagian besar dari seri iPhone 11, dan 15 juta unit iPhone baru "murah" yang direncanakan hadir pada Maret 2020.

Menurut data GF Securities, Apple memesan produksi 73 juta unit iPhone selama periode yang sama pada tahun lalu.

"Tahun ini lebih sibuk daripada tahun lalu," ungkap seorang sumber industri.

Produksi massal iPhone baru dengan harga lebih murah akan dimulai pada pekan ketiga Februari 2020. Namun, ada kemungkinan jadwal akan berubah karena kasus virus Corona.

2 dari 3 halaman

Tantangan Besar untuk Produksi Produk Apple

Selain iPhone, produk lain Apple yang juga diproduksi di Tiongkok adalah Airpods. Beberapa eksekutif rantai suplai Apple menekankan, virus Corona telah menciptakan ketidakpastian dan tantangan besar untuk produksi iPhone dan AirPods.

Pendiri Foxconn, Terry Gou, pada pekan lalu mengatakan bahwa penyebaran virus yang cepat dan libur Tahun Baru Imlek dapat memengaruhi rantai suplai.

"Kami sedang mempertimbangkan, apakah akan membiarkan karyawan untuk tidak kembali ke Tiongkok setelah liburan Tahun Baru Imlek," tuturnya. Foxconn merupakan manufaktur terbesar iPhone.

3 dari 3 halaman

Peringatan dari Analis

Sejumlah analis memperingatkan bahwa virus Corona dapat menekan laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Hal ini dapat merusak penjualan barang-barang konsumen lokal seperti smartphone.

"Ekonomi Tiongkok sudah melambat karena konflik perdagangan dengan Amerika Serikat. Jika situasi Wuhan (virus Corona) tidak terkendali, itu bisa berdampak lebih jauh," ungkap Chiu dari Taiwan Institute of Economic Research.

(Din/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
WHO Khawatirkan Afrika Tak Siap Hadapi Virus Corona
Artikel Selanjutnya
5 Orang Meninggal Terinfeksi COVID-19, Pemerintah Korea Selatan Tingkatkan Kewaspadaan