Sukses

Mozilla PHK 70 Karyawan Gara-Gara Tak Capai Target Pendapatan

Liputan6.com, Jakarta - Mozilla memangkas 70 karyawannya. Dilaporkan TechCrunch, PHK terhadap puluhan orang ini menjadi langkah signifikan bagi perusahaan yang kini memiliki 1.000 karyawan di seluruh dunia.

CEO sementara Mozilla Mitchell Baker mengatakan, Mozilla diharapkan untuk menghasilkan pendapatan pada 2019 dari produk berlangganan baru serta pendapatan yang lebih tinggi di luar bisnis mesin peramban.

"Namun ini tidak terjadi," kata Baker, sebagaimana dikutip dari laman Ars Tecnica, Kamis (16/1/2020).

Baker mengatakan, Mozilla telah memutuskan tidak menyimpan dana inovasi USD 43 juta miliknya yang difokuskan untuk menciptakan produk-produk baru.

Baker menyebut, Mozilla bakal menggunakan sebagian dana tersebut untuk uang pesangon bagi karyawan yang terkena PHK.

Sekadar informasi, Mozilla tiap tahun membayar ratusan juta dolar AS agar bisa menjadi peramban (browser) default di browser Firefox.

Google pun sudah menjadi pelanggan utama Mozilla selama bertahun-tahun. Namun pada berbagai waktu, Mozilla memiliki kesepakatan dengan Yahoo, Yandex, Baidu, dan penyedia pencarian lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kesepakatan ini telah menyumbang lebih dari 90 persen pendapatan Mozilla. Mozilla diketahui menghasilkan USD 429 juta pendapatan royalti yang sebagian besar berasal dari bisnis mesin peramban

2 dari 3 halaman

Pangsa Pasar yang Terus Menurun

Pangsa pasar browser Mozilla, Firefox, mengalami penurunan selama satu dekade ini. Kepemimpinan Mozilla pun terguncang karena begitu banyak anggarannya tergantung pada aliran pendapatan tunggal.

Untuk itu, organisasi tengah mengembangkan lini bisnis baru. Salah satunya Mozilla kini telah mengembangkan layanan VPN.

Layanan VPN akan mencakup opsi untuk memberikan perlindungan privasi di seluruh perangkat dengan nilai USD 4,99 per bulan.

3 dari 3 halaman

Belum Berhasil

Sayangnya, layanan ini belum tersedia untuk umum. Mozilla secara singkat juga menawarkan opsi solusi enterprise.

Tidak hanya itu, produk lain yang ditawarkan Mozilla adalah software untuk transfer file hingga ke produk password manager.

Sayangnya dari semua bisnis di luar browser ini, belum ada yang menghasilkan pendapatan signifikan bagi Mozilla.

(Tin/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Sandiaga Ajak Masyarakat Donor Bantu PMI Tingkatkan Stok Darah
Artikel Selanjutnya
Anies: Laboratorium DKI Harus Tingkatkan Kapasitas untuk Uji Covid-19