Sukses

Strategi Indosat Ooredoo untuk 2020

Liputan6.com, Solo - Di acara kumpul media yang berlangsung di Solo, Rabu (11/12/2019), Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo mengatakan, pada 2020 mendatang perusahaan akan melanjutkan strategi tiga tahunan yang telah mulai diterapkan.

"Kami ingin menjadi perusahaan telekomunikasi yang dapat pelanggan andalkan," ujar Ahmad menegaskan strategi perusahaan pada sesi presentasi di hadapan awak media.

Hal itu, kata Ahmad, akan dapat diwujudkan melalui mesin pertumbuhan (growth engine) baik untuk pasar B2C maupun B2B. 

"Untuk pasar B2C, perusahaan ingin menjadi pemimpin pasar dengan cara menyampaikan nilai yang sepadan dengan harganya (value for money) serta meraih kepercayaan pelanggan (customer trust)," tutur Ahmad.

Kemudian mesin pertumbuhan pasar B2B, lanjut Ahmad, direalisasikan dengan cara bergerak lebih giat daripada kompetitor. 

2 dari 4 halaman

Empat enablers

Selanjutnya Ahmad menjelaskan, ada empat enablers yang menjadi fondasi mesin pertumbuhan tersebut. 

"Pertama kami akan membangun jaringan seluler bermutu video, yang kompetitif. Lalu kami akan mempercepat kemampuan digital untuk pertumbuhan masa depan," tutur pria yang berpengalaman di Ooredoo Group sejak 2004 itu. 

Peningkatan efisiensi belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex) juga menjadi salah satu enabler perusahaan. 

Sebagai gambaran, anggaran belanja modal tahun 2019 sekitar 10,7 triliun rupiah. Per September, perusahaan telah menghabiskan sekitar 8,7 triliun rupiah. 

Terakhir, operator seluler yang identik dengan warna kuning itu akan melalukan eksekusi menyeluruh (end-to-end) secara regional. 

3 dari 4 halaman

Rilis 4G Feature Phone

Indosat Ooredoo juga menggandeng Advan untuk merilis 4G smart feature phone yang menyasar pengguna di second tier city.

Ponsel ini berjalan di sistem operasi (OS) khusus feature phone yang bernama KaiOS. Ia merupakan OS berbasis Linux, yang dimiliki oleh perusahaan berbasis di AS, KaiOS Technologies.

"Ini dibekali dengan KaiOS, yang mirip dengan Android kebanyakan. Ponsel ini memberikan experience baru, ada fungsi baru, termasuk aplikasi YouTube dan 4G. Semoga ini dapat diterima kalangan umum," kata Chandra Tansri, Direktur Operasional Advan.

Selain Youtube, aplikasi lainnya yang tersedia di smart feature phone ini adalah WhatsApp, Facebook, Twitter, dan Google Maps. Untuk Google Maps, pengguna dapat mengaksesnya dengan perintah suara.

Dijelaskan oleh Radhia Bendhifi, SVP Head of Retail and Device Management Indosat Ooredoo, dapur pacu smart feature phone ini adalah chipset MediaTek MT6731, yang dipadukan dengan RAM 512MB dan ROM 4GB.

Layarnya berukuran 2,4 inci dengan resolusi QVGA. Ponsel ini juga sudah dilengkapi dengan kamera depan dan belakang beresolusi masing-masing 0,3MP dan 2MP.

Untuk jaringan, ponsel ini mendukung jaringan 2G (B3/B8), 3G (B1/B8), dan 4G (B1/B3/B5/B8) dan VoLTE. Ponsel ini juga dilengkapi dengan Bluetooth 4.0 dan dapat difungsikan menjadi mini Wi-Fi.

"Ponsel ini juga handal jadi mini wifi. Jadi, ponsel ini bisa dihubungkan ke beberapa device, maksimal sebelas devices, pada saat bersamaan," ujar Radhia.

Guna mendukung pemakaian pengguna, Advan menyematkan baterai berkapasitas 1500mAh. Terakhir, ponsel berukuran 131.9mm x 55.2mm x 14.7mm ini menyediakan dua slot kartu SIM dan slot untuk kartu memori dengan dukungan hingga 32GB.

 

4 dari 4 halaman

Harga

"Setiap pelanggan yang beli handphone ini, kami kasih benefit khusus. Unlimited call ke semua pelanggan Indosat dan paket data 12GB selama setahun penuh," kata Radhia. 

Paket data 12GB itu antara lain dapat digunakan untuk mengakses WhatsApp, Facebook, Twitter, Youtube, dan Google Maps. 

Benefit itu, lanjut Radhia, akan didapatkan oleh pelanggan hanya dengan mengisi pulsa minimal sepuluh ribu rupiah per bulan.

"Yang penting pelanggan me-maintain masa aktif nomor Indosat dia (untuk tetap dapat menikmati benefit)," tutur Radhia.

Ponsel seharga Rp 449 ribu ini akan tersedia di Medan, Pekanbaru, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Palu, dan Makassar mulai 28 Desember 2019 mendatang.

(Why/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Telkomsel Perkuat Kualitas Jaringan 4G di 5 Lokasi Wisata di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Berkaca pada Kasus Ilham Bintang, Indosat Ooredoo Evaluasi SOP Keamanan Data Pelanggan