Sukses

Angkatan Darat AS Akan Uji Kendaraan Tempur Robotik pada 2020

Liputan6.com, Kraków - Angkatan Darat Amerika Serikat akan menguji kendaraan tempur robotik. Pengujian ini dijadwalkan mulai berlangsung pada Maret 2020 di Fort Carson, Colorado. Demikian dikutip dari Engadget, Selasa (16/7/2019).

Dari kendaraan tempur Bradley Fighting Vehicles yang telah dimodifikasi, personel angkatan darat akan mengendalikan empat purwarupa turunan kendaraan lapis baja M113 tanpa awak untuk mengukur seberapa baik sistemnya bekerja. Umpan balik sangat diharapkan untuk mengungkap masalah atau pola penggunaan yang berbeda.

Angkatan Darat diuntungkan oleh sistem robotik seperti ini. Ini akan mengurangi risiko dalam skenario di mana personel tidak ingin terekspos, seperti pada kontak pertama dengan pasukan musuh.

Lebih lanjut disebutkan bahwa kendaraan tempur robotik itu dapat mengangkut muatan khusus. Perlu ditekankan pula bahwa peran manusia tetap dibutuhkan jika kendaraan tempur robotik itu tidak beroperasi secara otonomos.

2 dari 2 halaman

Robot Penyingkir Amunisi Usang

Bicara soal teknologi robotik untuk keperluan militer, para ilmuwan Sandia National Laboratories (SNL) juga membangun dan memprogram sistem robotik otomatis untuk menyingkirkan amunisi usang. Selama ini cara pemusnahan amunisi usang berdampak negatif kepada lingkungan, seperti diledakkan, dikubur, dibakar, bahkan dibuang ke laut.

Dalam pengembangannya, robot tersebut didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Ditotal, mereka telah membongkar atau melumpuhkan 700.000 amunisi di Alabama.

Sistem baru ini tidak hanya menonaktifkan secara lebih cepat dan aman, tetapi merupakan langkah baru bagi angkatan darat AS untuk mendaur ulang komponen amunisi. SNL memprogram sistem robot yang dapat mendaur ulang kulit hulu ledak alumunium, granat baja, dan tembaga.

Meskipun robot diawasi oleh operator manusia, mereka menjamin akan tetap aman karena menggunakan visi komputerisasi untuk mendeteksi setiap anomali yang terjadi saat mereka membongkar amunisi.

(Why/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Lakban hingga Lem Super Kuat, 4 Benda yang Ternyata Merupakan Produk Militer
Artikel Selanjutnya
Profesor Divonis 219 Tahun Penjara Gara-Gara Selundupkan Chip ke Tiongkok