Sukses

Bakal Capres AS Ini Bakal Batasi Google, Facebook, dan Amazon

Liputan6.com, Jakarta - Bakal calon presiden AS, Senator Elizabeth Warren berjanji jika dirinya terpilih menjadi presiden nanti, dirinya akan menghentikan raksasa internet seperti Facebook, Google, dan Amazon dari upaya mengontrol kehidupan masyarakat Amerika.

Pasalnya, ketiga perusahaan teknologi ini dinilai telah sangat mengontrol kehidupan masyarakat Amerika.

Mengutip laman The Guardian, Minggu (10/3/2019), dalam rencananya mengendalikan perusahaan teknologi, Warren mengusulkan adanya undang-undang khusus bagi perusahaan yang pendapatan globalnya di atas USD 25 miliar.

Ia juga berencana untuk meninjau ulang aturan perusahaan teknologi di Silicon Valley.

"Saat ini, perusahaan teknologi memiliki kekuatan yang terlampau banyak, kekuatannya sangat berpengaruh pada ekonomi, kemasyarakatan, dan demokrasi kita," kata senator dari Massachusetts ini melalui unggahan blognya.

"Mereka membuat kompetisi, menggunakan informasi pribadi kita untuk mendapatkan keuntungan, dan bertarung dengan semuanya," kata dia.

Warren merupakan seorang advokat antimonopoli yang menyerang bank-bank besar setelah krisis finansial di tahun 2007-2009.

Salah satu cara yang bakal dia lakukan bila terpilih jadi presiden AS adalah dengan memilih regulator yang berusaha menolak merger bersifat monopoli, seperti saat Facebook mengakuisisi Instagram atau Amazon membeli Whole Foods.

 

2 dari 2 halaman

Bantu Lindungi Pembuat Konten dan Media

"Kita harus membantu pembuat konten Amerika, dari koran lokal hingga majalah nasional, hingga komedian dan musisi, menjaga lebih banyak nilai yang dihasilkan konten mereka, ketimbang melihatnya diambil oleh perusahaan seperti Google dan Facebook," katanya.

Sebelumnya, calon rival Warren di Pilpres AS 2020 mendatang adalah Senator Cory Booker. Ia dikritik lantaran memiliki kedekatan di masa lalu dengan industri teknologi.

Kandidat lainnya, Amy Klobuchar dari Partai Demokrat menyebut, selama ini ketika pihaknya mencoba mengusulkan hal semacam ini, ada anggapan mereka tengah mengatur internet.

"Padahal, perusahaan media dan informasi merupakan komoditas," katanya.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Bug, Google Ingin Pengguna Segera Update Chrome
Artikel Selanjutnya
Google Doodle Rayakan Hari Perempuan Internasional 2019