Sukses

Microsoft Matikan Perangkat Pelacak Kebugaran Band pada Mei 2019

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft telah mengumumkan akan menghentikan dukungan untuk perangkat pelacak kebugarannya, Microsoft Band. Perangkat tersebut tidak dapat digunakan lagi per 31 Mei 2019.

Hal tersebut tidak mengejutkan mengingat pada 2016 Microsoft telah meniadakan dukungan dan pengembangan lanjutan perangkat tersebut.

Dilansir dari TechRadar, Senin (4/3/2019), Microsoft pun telah menerbitkan laman FAQ untuk menjawab pertanyaan yang mungkin dimiliki pengguna terkait penghentian Band dan perangkat lunak terkait.

"Setelah mengatur ulang Microsoft Band, pengguna tidak akan dapat menggunakannya lagi," jelas Microsoft.

Namun, apabila pengguna telah menyingkronkan data sejak Desember lalu, mungkin memenuhi syarat untuk refund.

Microsoft memberikan pengguna aktif kesempatan untuk mengajukan permohonan pengembalian uang. Kepada pemilik Band 1 sebesar US$ 79,99 (Rp 1,1 juta) dan US$ 175 (Rp 2,4 juta) untuk perangkat Band 2.

Dilansir dari The Verge, Microsoft Band pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2014 lalu. Akan tetapi perangkat tersebut sering dikritik karena desainnya yang dinilai tidak nyaman.

Microsoft kemudian mengenalkan generasi kedua dengan fitur-fitur tambahan, tetapi tetap membawa banyak kekurangan seperti seri sebelumnya.

2 dari 2 halaman

Windows 10 Bakal Dukung Gim dari Xbox One

Xbox (thegamescabin.com)

Microsoft dikabarkan berencana membawa perubahan untuk platform gaming yang ada di Windows 10.

Alasannya, berdasarkan laporan Thurrot, Microsoft ingin menghadirkan dukungan gim Xbox One ke sistem operasi tersebut.

Dikutip dari Digital Trends, Sabtu (2/3/2019), rencana ini memang belum diumumkan secara resmi, tapi diketahui dari kode yang ada di Windows Insider build 18334, versi beta dari pembaruan Windows 10 April 2019.

Menurut laporan tersebut, Microsoft sudah menyertakan gim State of Decay gratis di pembaruan ini. Jadi, pengguna Windows yang terdaftar untuk mengakses versi beta dapat mencoba dan menjajal fitur anyar ini.

Thurrot juga menemukan file gim ini nantinya tidak diunduh dari Microsoft Store. Nantinya, files yang diunduh akan diekstrak menjadi XCV, format yang biasanya digunakan di Xbox One.

Tidak hanya itu, saat file dibuka, laman DirectX akan muncul yang menandakan adanya software atau gim baru dipasang. Dengan kata lain, versi State of Decay yang dibuka bukan lagi port dari PC, melainkan versi Xbox One.

Sekadar informasi, Microsoft sendiri sudah menghadirkan sejumlah gim Xbox One di PC melalui program Xbox Play Anywhere.

Namun, cara ini harus diakui membawa perusahaan besar bagi pengembang secara keseluruhan.

Alasannya, para pengembang tidak perlu menulis kode untuk sebuah gim dua kali. Dengan cara ini, Microsoft disebut-sebut ingin memberikan pengalaman bermain yang lebih mulus di PC sama seperti di Xbox One.

(Surya Handika R/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Rusia Klaim Pertahanan AS Bisa Jadi Debu karena Rudalnya
Loading
Artikel Selanjutnya
Siap-Siap, Windows 10 Bakal Dukung Gim dari Xbox One
Artikel Selanjutnya
Protes Karyawan Microsoft: Augmented Reality Bukan untuk Perang