Sukses

Beli Smartphone Wizphone Bisa Ngutang di Alfamart

Liputan6.com, Tangerang - PT Wiz Indonesia Nirwana membuat terobosan baru dengan menggandeng sejumlah perusahaan teknologi, perbankan, dan retail untuk meluncurkan smartphone canggih buatan anak bangsa.

Hal tersebut guna membentuk sebuah ekosistem digital yang dinamakan Ekosistem Wizphone yang memiliki terobosan produk, aplikasi, dan fitur untuk menjawab zaman kekinian.

Sebagai tanda kerja sama dalam Ekosistem Wizphone, telah dilaksanakan penandatangan beberapa pihak yaitu Alfamart sebagai retailer serta BNI dab SBII sebagai bank.

Juga melibatkan Qualcomm sebagai perusahaan teknologi semiconductor, PPBS sebagai perusahaan aplikasi dan fitur Bayar Nanti, IMX sebuah perusahaan mobile advertising, dan Kai OS sebuah perusahaan teknologi software dalam joint statement bersama.

CEO Wizphone, Gopal Utiarrachman mengatakan, dalam ekosistem digital ini Wizphone menggandeng deretan smartphone yang diproduksi oleh sejumlah mitra, seperti Alcatel, Asus, Blackberry, Blaupunk, Haier, dan Infinix.

 

2 dari 3 halaman

Buka Pre-Order

"Dengan program ini, kami semua bisa mendapatkan smartphone tipe terbaru dan bisa seterusnya ganti tanpa harus beli lagi. Tak hanya itu, smartphone ini juga bisa dipakai untuk belanja dan bayarnya belakangan atau ngutang," ujar Gopal di Alfamart Tower, Alam Sutera, Kota Tangerang, Selasa (11/12/2018).

Adalah Alfamart, salah satu jaringan ritel terbesar di Indonesia yang memungkinkan pengguna berbelanja di minimarket dengan pilihan “bayar sekarang” atau “bayar nanti”.

Sebagai informasi, ekosistem Wizphone akan membuka pre-order pada 27 Desember 2018 melalui www.wizphone.id.

 

3 dari 3 halaman

Penjualan Smartphone di Indonesia

Menurut data yang dirilis IDC, tercatat ada lebih dari 30 juta smartphone yang telah terjual secara resmi di Indonesia selama 2017. Sementara pada 2016 lalu, sudah ada lebih dari 280 juta ponsel aktif di Indonesia, di mana sudah melebihi populasi.

Kata Gopal, setiap ada ponsel terbaru yang diluncurkan, animo masyarakat Indonesia tetap tinggi. Bahkan, warga Indonesia punya kebiasaan gonta-ganti ponsel setiap 18-20 bulan sekali, yang artinya ada kebutuhan tinggi akan ponsel baru.

Sementara, Ryan Alfons Kaloh selaku Direktur Marketing Alfamart menyambut baik ekosistem Wizphone karena saat ini masyarakat lebih suka melihat layar handphone ketimbang berinteraksi.

"Melihat permintaan pasar, dengan perubahan potensi shopping behavior antara offline dan online ini adalah salah satu wujud inovasi kami untuk menjawab tantangan perubahan cara masyarakat dalam berbelanja," ujar Ryan.

Menurutnya, konsumen Alfamart akan mendapat pengalaman unik yang belum pernah ada di Indonesia sebelumnya.

(Pramita Tristiawati/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemkot Palembang Bakal Kaji Ulang Aturan Minimarket Waralaba
Artikel Selanjutnya
500 Toko Alfamart di Palembang Siap Layani Jasa Ekspedisi Produk UMKM