Sukses

Robot Luar Angkasa NASA Mulai Kumpulkan Sampel Asteroid Kuno

Jakarta - Setelah diluncurkan dua tahun lalu, wahana robot ruang angkasa NASA akhirnya mencapai sisi asteroid Bennu pada hari Senin, 3 Desember 2018.

Robot penjelajah Osiris Rex berada dalam jarak sekitar 19 kilometer dari objek asteroid angkasa berbentuk berlian ini.

Dalam waktu beberapa hari mendatang, Osiris direncanakan akan lebih menekati asteroid Bennu dan memasuki orbitnya pada tanggal 31 Desember.

"Lega, bangga dan semangat untuk mulai menjelajah", tulis peneliti utama Dante Lauretta dari Universitas Arizona. "Menuju Bennu dan kembali!”.

 

2 dari 4 halaman

Mengumpulkan Sampel

Dalam misi yang direncanakan berjalan selama tujuh tahun ini, robot penjelajah Osiris akan mengumpulkan sampel dari asteroid kuno yang diuga mengandung senyawa organik yang sangat penting bagi kehidupan.

Sekadar informasi Bennu terdiri dari molekul karbon yang berasal dari masa awal tata surya sekitar 4,5 milyar tahun lalu.

Air, yang merupakan komponen vital untuk kehidupan, bisa juga terperangkap di dalam mineral-mineral asteroid ini.

 

3 dari 4 halaman

Bennu Bisa Menghantam Bumi

Selain itu, Bennu dipilih untuk dijelajahi karena adanya kemungkinan bahwa asteroid ini akan menghantam bumi dalam jangka waktu 166 tahun dari sekarang.

Bennu berada di posisi kedua dalam daftar NASA berisikan 72 obyek di dekat bumi yang mempunyai potensi menghantam planet ini.

Dengan misi senilai US$ 800 juta ini, peneliti berharap akan mendapatkan informasi lebih banyak tentang kemungkinan bagaimana Bennu akan mempengaruhi Bumi dalam waktu 150 tahun menatang, demikian ungkap juru bicara misi Erin Morton.

Pengumpulan akan dilakukan menggunakan lengan mekanik sepanjang 10 meter dan data direncanakan sampai ke Bumi pada tahun 2021.

Bennu berjarak 122 juta km dari Bumi dan dibutuhkan tujuh menit untuk medapatkan kabar dari pesawat ruang angkasa ke pengendali penerbangan di Colorado, AS.

4 dari 4 halaman

Jepang Perintis Kesuksesan

Ini adalah kunjungan pertama dari Bumi bagi Bennu dalam jutaan tahun. Misi ini juga merupakan kesuksesan pertama Amerika Serikat untuk mengumpulkan sampel asteroid untuk dikirim kembali ke Bumi.

Hanya Jepang yang sebelumnya sudah berhasil dalam misi semacam ini. Pada tahun 2010 Jepang membawa kembali partikel-partikel dari misi asteroid pertamanya, yang dinamakan Hayabusa.

Sejak Juni 2018, sebuah pesawat ruang angkasa Jepang lainnya juga mengumpulkan sampel dari asteroid bernama Ryugu, yang berukuran dua kali lipat Bennu. Ryugu juga masuk kategori asteroid berbahaya seperti Bennu.

Reporter: DW

Sumber: DW Indonesia

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Asteroid Sebesar Piramida Giza Lintasi Bumi Malam Ini
Artikel Selanjutnya
Kaleidoskop 2019: Diawali Gerhana Bulan Total, Diakhiri Gerhana Matahari Cincin