Sukses

Begini Jurus Twitter Basmi Akun Spam dan Bot Berbahaya

Liputan6.com, Jakarta - Twitter masih menjadi media sosial yang banyak digunakan orang Indonesia, salah satunya untuk mencari tahu apa yang tengah terjadi secara real-time.

Sadar akan hal ini, Twitter pun memastikan untuk meningkatkan kualitas percakapan di platform-nya.

Untuk membantu mencapai tujuan itu, Twitter memperkenalkan sejumlah langkah baru untuk memerangi penyalahgunaan dan trolls, kebijakan baru menangani ujaran kebencian dan kekerasan, serta menambah sumber daya untuk memerangi spam dan penyalahgunaan.

Twitter juga terus berupaya memerangi spam dan bot berbahaya. Salah satunya dengan bersikap proaktif untuk mengidentifikasi akun palsu ketimbang menunggu laporan pengguna.

Dalam hal ini, Twitter fokus pada pengembangan machine learning untuk mengidentifikasi dan mengatasi jaringan akun spam dan bot.

Hal ini diyakini Twitter mampu mengatasi upaya manipulasi percakapan di Twitter dalam skala besar, lintas bahasa dan zona waktu, tanpa mengandalkan laporan.

Gara-gara penggunaan machine learning, pada Mei 2018, sistem jejaring sosial besutan Jack Dorsey cs ini mampu mengenali dan menindak 9,9 juta akun spam atau bot per minggunya.

Angka tersebut naik dibandingkan Desember 2017 (6,4 juta) dan September 2017 (3,2 juta).

Twitter mengklaim, dengan pembaruan sistem ini, pihaknya bisa menghapus 214 persen lebih banyak akun spam dari tahun ke tahun.

Menurut data Twitter, rata-rata jumlah laporan spam pun menurun, dari 25 ribu per hari pada Maret menjadi 17 ribu per hari pada Mei.

Pada awal 2018, Twitter juga mengaku telah menangguhkan lebih dari 142 ribu permohonan yang melanggar peraturan Twitter.

Bahkan, pada April hingga Mei, Twitter sudah menghapus lebih dari 49 ribu akun berbahaya.

2 dari 3 halaman

4 Langkah Twitter Atasi Spam dan Bot

Selain menggunakan machine learning, Twitter juga menerapkan cara baru untuk mengatasi spam dan bot di platform-nya.

1. Twitter memantau berdasarkan metrik cuitan

Cara pertama yang dilakukan Twitter adalah memantau akun mencurigakan dengan memeriksa metrik cuitan.

Misalnya, jumlah follower pada akun atau jumlah likes atau Retweet yang didapat.

2. Memperbaiki proses pendaftaran

Twitter juga mempersulit pendaftaran akun spam. Twitter akan meminta akun baru untuk mengonfirmasi alamat email atau nomor telepon ketika mereka mendaftar ke Twitter.

Menurut Twitter, hal ini merupakan perubahan penting guna melindungi para pengguna dari pelaku-pelaku yang hanya ingin mengambil keterbukaan platform.

 

3 dari 3 halaman

4 Langkah Twitter Atasi Spam dan Bot

3. Audit Akun

Twitter juga melakukan audit untuk mengamankan sejumlah sistem lama yang digunakan untuk membuat akun.

Tujuannya untuk memastikan, setiap akun yang dibuat di Twitter telah melewati beberapa pemeriksaan keamanan otomatis sederhana yang dirancang untuk mencegah pendaftaran otomatis.

Perlindungan baru yang telah dikembangkan sebagai hasil dari audit ini telah membantu mencegah lebih dari 5.000 pendaftaran bersifat spam setiap harinya.

4. Perluasan Sistem Pendeteksian Perilaku Berbahaya

Twitter juga mengotomasi beberapa proses saat melihat aktivitas akun yang mencurigakan. Misalnya saja, melakukan cuitan dalam volume tinggi dengan tagar sama.

Twitter melakukan berbagai variasi, misalnya meminta pemilik akun menyelesaikan proses re-Captcha atau permintaan ulang kata sandi.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
BTS dan Agnez Mo Kuasai Jagat Twitter Indonesia Tahun 2019
Artikel Selanjutnya
10 Atlet Pria yang Menjadi Buah Bibir di Twitter Sepanjang 2019