Sukses

Terungkap, Zuckerberg Jadi Alasan Kehadiran Stories di Instagram

Liputan6.com, Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum, Instagram dalam beberapa tahun terakhir selalu menghadirkan fitur yang mirip Snapchat. Salah satu fitur paling terlihat adalah Stories, yang disebut sangat mirip dengan layanan utama ephemeral Snapchat.

Meski tak mengaku menyontek, Instagram disebut-sebut memilih fitur itu karena kebutuhan uang. Jadi, dengan fitur semacam ini, media sosial dapat memasukkan iklan yang tak dapat ditolak oleh pengguna.

Namun, laporan terbaru dari Bloomberg, kehadiran fitur Stories tak lepas dari peran CEO Facebook, Mark Zuckerberg, yang notabene pemilik Instagram. Hal itu terungkap oleh seorang sumber anonim.

DIkutip dari Engadget, Kamis (12/4/2018), Zuckerberg disebut meminta langsung fitur tersebut agar muncul di Instagram. Padahal, menurut kabar, pendiri Instagram sempat menolak untuk meniru fitur itu.

Menurut sumber, Zuckeberg melakukan hal tersebut karena dirinya khawatir Instagram akan kehilangan pengguna jika tak merilis produk yang mengguncang. Sementara, perusahaan menyebut tak ada tekanan untuk menghadirkan layanan itu.

Dalam satu kesempatan, Co-Founder Instagram, Kevin Systrom, memang sempat menyebut ada ketegangan mengenai fitur anyar di media sosial itu. Terlepas dari mana versi yang benar, harus diakui, Stories telah menyulap Instagram kembali ke jalur yang benar.

Jika menilik ke belakang beberapa tahun lalu, Instagram memang sempat menjadi media sosial yang populer. Namun, dalam kurun waktu 2015 dan 2016, pengguna generasi muda lebih memilih Snapchat, sehingga media sosial itu tertinggal.

Pun demikian, kondisi tersebut berubah setelah Instagram mulai memperkenalkan Stories pada 2017. Kini, pengguna media sosial itu berangsur naik, sedangkan pertumbuhan Snapchat dilaporkan stagnan.

1 dari 3 halaman

Jumlah Pengguna Naik, Snapchat Siap Libas Instagram

Meski demikian, pertarungan dua media sosial itu masih terus berlangsung hingga saat ini. Di akhir tahun lalu, pengguna Snapchat ternyata berhasil bertumbuh sehingga meyakinkan para investor bahwa layanan itu mampu bersaing dengan Instagram.

Pengguna aktif harian Snapchat naik menjadi 187 juta pada kuartal IV 2017 dari 178 juta tiga bulan sebelumnya. Hasil ini lebih tinggi daripada rata-rata ekspektasi analis sebesar 184,2 juta pengguna.

Pengguna aktif harian Snapchat naik 18 persen dari satu tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dianggap investor dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan dari iklan.

Reuters dalam laporannya menyampaikan pencapaian tersebut sekaligus dinilai "menghidupkan" kembali harapan Snapchat bisa bersaing dengan Instagram.

Selain itu, hal itu juga bisa membangkitkan antusiasme investor yang sempat memudar setelah Snap (induk usaha Snapchat) melantai di bursa pada tahun lalu.

2 dari 3 halaman

Rombak Desain untuk Pikat Semua Pengguna

Snapchat sendiri tak tinggal diam menghadapi gempuran Instagram. Mengatasi bug adalah salah satu cara Snap untuk membuat Snapchat terus digunakan oleh para pengguna. Selain itu, perusahaan juga menyuguhkan desain baru agar Snapchat lebih mudah digunakan.

CEO Snap, Evan Spiegel, mengatakan versi terbaru Snapchat telah dirilis ke 40 juta pengguna dan akan meluncur ke seluruh dunia pada kuartal I 2018. Ia ingin Snapchat menjadi lebih mudah digunakan oleh semua pengguna.

"Kami yakin desain baru ini juga membuat aplikasi kami lebih sederhana dan mudah digunakan, khususnya untuk para pengguna yang lebih tua," ungkapnya.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Mark Zuckerberg Kesulitan Mengartikan Ujaran Kebencian
Artikel Selanjutnya
Ini Bukti Facebook Tak Peduli kepada Pengguna