Sukses

Ini Dia Perusahaan Augmented Reality Indonesia yang Mendunia

Liputan6.com, Yogyakarta - Pada ajang Stream Indonesia 2016, para pelaku industri kreatif berkumpul dan saling bertukar ide.

Salah satu di antaranya adalah Augmented Reality Technology, perusahaan lokal yang berkecimpung di teknologi Augmented Reality (AR) ini. 

Di sebuah sesi diskusi, Peter Shearer, Chief Businnes Development Officer WIR Group, berbagi informasi seputar seluk-beluk teknologi AR.

Diungkapkannya, kini AR dapat dimanfaatkan segala bidang, mulai dari kuliner, pendidikan, politik, hingga properti. 

Sebetulnya, kata Peter, teknologi AR sudah ada sejak 1960. Namun, AR tidak berkembang karena saat ini teknologi belum mendukung seperti sekarang. 

"AR adalah kebalikan dari Virtual Reality (VR). Misalnya, fitur di Snapchat. Saat device diarahkan ke wajah seseorang, wajahnya bisa berubah menjadi karakter yang dihiasi ornamen ornamen 3D animasi," ujarnya di Hotel Hyatt Jogja, Jumat (22/4/2016). 

Peter mencontohkan cara teknologi ini bekerja. Ketika mengarahkan gambar tertentu--superhero dan musuh misalnya--karakternya akan terlihat hidup. "Contoh lain adalah apabila Anda arahkan kamera ponsel ke brosur rumah, muncul gambar 3D rumah," tambahnya. 

Sebagai salah satu pelaku usaha di bidang ini, Peter meyakini teknologi AR akan semakin berkembang. Apalagi, saat ini perangkat seperti smartphone sudah mendukung teknologi AR. Ia berharap AR juga akan mendukung perangkat, seperti kacamata.

Peter mengklaim bahwa perusahaannya berada di jajaran top 5 dunia untuk teknologi AR. Nama perusahaan WIR yang merupakan singkatan dari We Indonesian Role telah mengantongi banyak klien penting, baik dari dalam maupun luar negeri. 

Salah satunya adalah calon presiden dari Nigeria yang menggunakan jasanya. Berkat aplikasinya ia pun saat ini terpilih menjadi presiden kembali.

"Saat pemilu terjadi di Nigeria, mereka menggunakan aplikasi buatan kami. Saat itu calon presidennya sudah tua, sedangkan pemilihnya masih muda. Nah, aplikasi ini berupaya untuk mendekatkan segmen pemilih," jelas Peter. 

Ia melanjutkan, aplikasi ini ini menampilkan visi-misi calon presiden secara real-time apabila logo partai diarahkan ke kamera. Setelah menang, in menjadi study case yang juga memenangkan penghargaan di Silicon Valley. 

"Kami menang sebuah penghargaan di kategori Augmented Reality Best Campaign, layaknya penghargaan Oscar." Tutupnya.

(Fathi mahmud/Cas)

Loading