Sukses

Peneliti Temukan Tak Ada Planet yang Serupa Bumi

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini para peneliti memperkirakan ada kurang lebih 700 juta triliun planet di seluruh alam semesta. Dan, beberapa di antaranya dipercaya memiliki kondisi yang serupa dengan Bumi.

Namun, beberapa peneliti dari Uppsala University di Swedia baru ini menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Sebab, dari penelitan tersebut ditemukan bahwa tak ada planet lain yang serupa Bumi.

Mengutip informasi dari laman Engadget, Selasa (23/2/2016), astronom Erik Zackarisson dan tim membuat sebuah simulasi komputer dengan melibatkan semua model planet yang ada di alam semesta. Lewat simulasi tersebut, Zackarisson kemudian membuat sebuah miniatur kondisi awal alam semesta.

Kemudian, Zackarisson memasukkan semua data terkait eksoplanet dalam miniatur tersebut, termasuk hukum fisika yang mengatur alam semesta. Lalu, proses selanjutnya adalah memajukan waktu dari miniatur tersebut sampai 13,8 miliar untuk melihat perkiraan kondisi di masing-masing planet.

Ternyata, hasil yang didapatkan sungguh mencenangkan. Sebab, dari seluruh 700 juta triliun planet tersebut tak ada planet yang berkembang seperti Bumi.

Kebanyakan dari planet tersebut ternyata memiliki umur yang lebih tua. Hal ini yang kemudian membuat para peneliti berkesimpulan bahwa umur Bumi relatif lebih muda. Selain itu, posisi Bumi di dalam Bima Sakti membuat planet ini kian unik.

Menurut peneliti dari Carnegie Observatories Andrew Benson, sebenarnya kemungkinan dari hasil perhitungan semacam ini masih cukup banyak. Apalagi, pengetahuan manusia tentang data eksoplanet sendiri belum banyak terungkap.

Hal itu disebabkan eksplorasi mengenai eksoplanet memang baru dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, ada pula hambatan dari sisi kemampuan instrumen yang digunakan. Walau saat ini sudah ada teleskop seperti Kepler dan Spitzer, nyatanya masih banyak wilayah yang belum berhasil dijangkau oleh teleskop tersebut.

Kendati demikian, Zackarisson dan tim masih percaya simulasi ini cukup akurat. Terlebih, perhitungan yang dilakukan sudah sesuai dengan urutan dan kaidah termasuk ruang lingkup penelitan. 

(Dam/Ysl)