Sukses

Boneprice.com Sajikan Harga Gadget Termurah

Liputan6.com, Jakarta - BMI Research mencatat bahwa rata-rata pengeluaran belanja online orang Indonesia dalam setahun mencapai Rp 825.000 per orang. Sementara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mengungkap bahwa 46,7 persen konsumen online di Indonesia melakukan penelitian terlebih dulu sebelum membeli produk di toko online.

“Berbekal data yang sangat agresif tersebut, Boneprice.com hadir sebagai situs pembanding harga terbesar di Indonesia yang memungkinkan pengguna untuk mencari sekaligus memperoleh produk dengan harga yang sesuai,” ujar Hendro Sugiarto, Director Boneprice.com melalui keterangan resminya, Kamis (16/5/2015).

Kelebihan Boneprice.com dari situs pembanding harga lainnya, lanjut Hendro, Boneprice.com memiliki lebih dari 5.000.000 informasi produk dan 54 kategori. Di situs ini pengguna dapat mencari produk gadget dengan harga termurah.

Dari 54 kategori yang tersedia, seluruhnya tergabung dalam induk kategori HP/Tablet, Komputer, Kamera, Multimedia, Elektronik, Bayi/Anak, Pakaian, Beauty, Buku/Hobi, dan Home/Food. Informasi produk yang disuguhkan bahkan di-update sebanyak dua kali dalam sehari.

“Dengan kelebihan yang dimiliki, menjadikan Boneprice.com sebagai situs pembanding harga dengan database produk paling luas dan juga memiliki akurasi data tertinggi. Bahkan sejak commercial launch pada Februari 2015, Boneprice.com meraih lebih dari 2.000.000 pageviews dan 700.000 pengunjung setiap bulannya,” papar Hendro.

Dewasa ini industri e-Commerce di Indonesia kian tumbuh pesat dan sedang hangat-hangatnya. Dengan jumlah pengguna internet yang mencapai angka 88,1 juta orang, pasar e-Commerce di Tanah Air tentunya menjadi ceruk yang sangat menggoda.

Pertumbuhan ini didukung dengan sebuah riset yang belum lama ini dilakukan perusahaan riset Brand & Marketing Institute (BMI) Research di Indonesia.

BMI Research memaparkan, tahun lalu nilai transaksi belanja online orang Indonesia mencapai Rp 21 triliun. Angka ini diproyeksi akan meningkat di tahun 2015 hingga mencapai Rp 50 triliun atau melonjak lebih dari dua kali lipat.

(isk/dhi)