Liputan6.com, Boston - Tak dapat dipungkiri, sebuah perangkat pintar kini telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sehari-hari penggunanya. Meski memiliki dampak positif, namun menggunakan gadget terlalu berlebihan juga akan menimbulkan efek negatif, khususnya bagi para orangtua yang memiliki anak kecil.
Menurut hasil studi Dr Jenny Radesky dari Boston Medical Center, orangtua masa kini ternyata lebih sering memperhatikan gadget kesayangannya dibandingkan anaknya sendiri. Kesimpulan ini ia dapat setelah melakukan penelitian terhadap 55 kelompok orangtua, proses observasinya sendiri mengambil latar waktu ketika kelompok orangtua dan anak sedang makan di restoran cepat saji.Â
Hasil dari penelitian Radesky tersebut mengungkapkan bahwa 40 dari 55 kelompok orangtua selalu menatap gadget selama makan, dan mereka lebih banyak menaruh perhatian ke perangkat mobile ketimbang anak-anak mereka.
"Mereka secara konsisten melihat ke smartphone, menggeser halaman atau mengetik ini itu. Mereka hanya meletakannya sesekali, intensitasnya jauh lebih sering dibandingkan mereka menatap wajah anaknya sendiri," ungkapnya seperti yang dilansir laman Time.
Meski diakui Radesky penelitiannya ini tidak bisa dikatakan ilmiah, namun wanita yang mengambil spesialisasi di bidang pengembangan anak itu menyatakan bahwa perilaku para orangtua seperti itu adalah sebuah kesalahan besar. Sebab, ia meyakini interaksi berupa tatap muka langsung antara orangtua dan anak adalah tahap terpenting dalam proses pembelajaran seorang anak.
"Mereka (anak-anak) belajar dengan mengamati cara berkomunikasi yang dilakukan oleh orangtua mereka, bagaimana membaca ekspresi wajah, dan hal itu tidak akan terjadi akibat kesibukan orang tua dengan gadget mereka, sungguh disayangkan anak-anak akan kehilangan fase perkembangan yang sangat penting," jelas Radesky.
Senada dengan Radesky, Psikolog Catherine Steiner-Adair menyatakan bahwa kelompok anak-anak yang orang tuanya kerap disibukkan dengan gadget seringkali bertindak di luar batas guna mengalihkan perhatian orang tuanya.
Psikolog yang juga penulis buku The Big Disconnect: Protecting Childhood and Family Relationships in the Digital Age itu mengatakan, "jika orang tua lebih mementingkan dunia digitalnya, hal ini akan menimbulkan konsekuensi emosional yang mendalam pada anak-anak."
Apakah Anda kelompok orangtua yang lebih peduli pada gadget dibanding anak?
Orangtua Masa Kini Lebih Peduli Gadget Dibanding Anak
Interaksi berupa tatap muka langsung antara orangtua dan anak adalah tahap terpenting dalam proses pembelajaran seorang anak.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/668095/original/Time.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
- Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
- The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026, Saat Sisa Material Menemukan Makna Baru4 hari yang lalu
- Ubah Purun Jadi Tech Organizer, Inovasi Hijau Selamatkan Gambut Kalimantan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
- PLTS Atap 416 kWp Terpasang di RS Mardi Rahayu, Operasional 24 Jam5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
- Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
- Limbah Pertanian Tak Terbuang, Warga Sumbar Olah Jadi Produk Bernilai6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
- ESG BRI Diakui Global, Masuk S&P Global Sustainability Yearbook Empat Tahun Berturut-turut1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
- Perdagangan Karbon Kehutanan Libatkan Masyarakat, Bujang Raba Jadi Percontohan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567716/original/037051500_1777326750-itel_VistaTab_11.jpg)