Bupati Tegal Serap Aspirasi Serikat Pekerja, Bakal Sampaikan ke Pusat

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyatakan Pemerintah Kabupaten Tegal akan menyampaikan aspirasi buruh industri hasil tembakau kepada pemerintah pusat.

Diterbitkan 08 Juli 2024, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tegal - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan akan menyampaikan surat ke pemerintah pusat terkait aspirasi para buruh industri hasil tembakau yang kurang setuju dengan rencana penerapan standarisasi bentuk dan warna kemasan rokok (plain packaging).

"Kebijakan tersebut dikhawatirkan memicu peningkatan peredaran rokok ilegal dan mengancam keberlangsungan industri padat karya yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah sekaligus sumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)," ujar Ischak.

Pernyataan itu disampaikan Ischak usai menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT untuk 2.975 penerima manfaat pekan lalu, Kamis 25 Juni 2026.

Bantuan diberikan ke 2.507 buruh pabrik rokok dan 468 buruh tani tembakau serta cengkih sebagai bentuk pemanfaatan DBHCHT untuk menjaga kesejahteraan pekerja sektor pertembakauan.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal telah menerima langsung aspirasi dari kalangan serikat pekerja yang meminta pemerintah daerah ikut menyuarakan penolakan terhadap rencana penyeragaman kemasan rokok kepada pemerintah pusat. Keresahan ini dirasakan oleh para buruh yang menggantungkan mata pencaharian pada industri hasil tembakau," ucap Ischak.

"Kami akan menyampaikan melalui surat. Seperti tahun lalu ada wacana kenaikan cukai rokok, kami juga menerima aspirasi dari serikat pekerja berkirim surat ke pemerintah pusat. Ini terkait investasi dan keberlangsungan usaha mereka," sambung dia.

 

Berpengaruh pada Perekonomian Daerah

Ischak menjelaskan, keberlangsungan industri hasil tembakau perlu dijaga karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

"Selain menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara melalui cukai, industri tersebut juga menjadi sumber penghidupan ribuan masyarakat, baik sebagai buruh pabrik maupun petani tembakau dan cengkih," kata dia.

Ischak menambahkan, dana yang kembali ke daerah melalui skema DBHCHT pun harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok tersebut. Manfaat DBHCHT, tambah Ischak, tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan langsung tunai.

Dana tersebut juga digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan, kegiatan sosialisasi, penegakan peraturan daerah, pemberantasan rokok ilegal, hingga pengadaan sarana kesehatan.

Namun demikian, dia mengungkapkan, alokasi DBHCHT yang diterima Kabupaten Tegal pada tahun ini mengalami penurunan hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan pemerintah pusat.

"Kondisi tersebut turut berdampak pada besaran bantuan yang diterima masyarakat. Tahun ini, bantuan diberikan sebesar Rp 600 ribu untuk periode Mei-Juni. Sementara pada 2025, penerima BLT DBHCHT mendapat dengan total Rp 1,2 juta untuk 4 bulan," papar Ischak.

 

Bantuan Kurangi Beban Pengeluaran Buruh

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Tri Guntoro mengatakan, penyaluran BLT DBHCHT tahun 2026 ditujukan untuk membantu mengurangi beban pengeluaran buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, dan buruh cengkih sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

"Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu mempertahankan motivasi masyarakat untuk tetap bekerja di sektor pertembakauan yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah," ucap dia. Tahun ini, lanjut Tri, Pemerintah Kabupaten Tegal menyalurkan BLT DBHCHT kepada 2.975 penerima manfaat.

"Pembiayaan kegiatan Penyaluran BLT DBHCHT Kabupaten Tegal dibebankan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPD) Dinas Sosial Kabupaten Tegal Tahun 2026," kata dia.

"Alokasi anggaran BLT DBHCHT sebesar Rp 1.785.000.000 disalurkan dalam 1 tahap sebanyak 2 bulan, yaitu Mei-Juni dengan nominal per bulan Rp 300 ribu kepada 2.975 penerima manfaat," sambung Tri.

Manfaat DBHCHT juga dirasakan langsung oleh para penerima bantuan. Nurhayati (26), buruh giling rokok di wilayah Tegal mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan kedua anaknya menjelang tahun ajaran baru.

"Alhamdulillah sangat membantu ekonomi keluarga. Uangnya untuk biaya daftar sekolah, beli buku, dan seragam anak. Saya sudah 6 tahun bekerja di sini, sementara suami bekerja sebagai nelayan," tutur Nurhayati.

Hal senada disampaikan buruh linting lainnya, Muryani (39) yang mengaku BLT DBHCHT selama ini menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pendidikan anak.

"Semoga program ini terus berlanjut. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak," pungkasnya.