Top 3 Surabaya: Suami Istri Ini Raih Doktor Bersama di ITS

Berikut sejumlah artikel terpopuler di Surabaya yang dirangkum pada Selasa, 17 Maret 2020.

Diterbitkan 17 Maret 2020, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pada wisuda ke-121 Institut Teknologi Nopember 2020 yang digelar Sabtu, 14 Maret 2020 mencatat sejumlah hal menarik. Untuk pertama kalinya, wisuda di ITS digelar tanpa salaman dan membagikan hand sanitizer. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Akan tetapi, bukan itu saja. Pada wisuda ITS tersebut ada pasangan suami istri yang berhasil lulus dari program doktoral Departemen Statistika ITS dengan bersamaan. Pasangan itu resmi menyandang gelar doktor dalam wisuda ke-121 ITS yang digelar di Graha Sepuluh Nopember ITS.

Mengutip laman ITS, pasangan yang menempuh sidang terbuka promosi doktor secara bersamaan pada 19 November 2019 ini baru mengenal satu sama lain saat memulai studi doktoralnya.

Artikel saling mendukung, suami istri ini raih doktor bersama di ITS mencuri perhatian di Surabaya. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut sejumlah artikel di Surabaya yang menyedot perhatian seperti dirangkum pada Selasa, (17/3/2020):

1.Saling Mendukung, Suami Istri Ini Raih Doktor Bersama di ITS

Pada wisuda ke-121 Institut Teknologi Nopember 2020 yang digelar Sabtu, 14 Maret 2020 mencatat sejumlah hal menarik. Untuk pertama kalinya, wisuda di ITS digelar tanpa salaman dan membagikan hand sanitizer. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Akan tetapi, bukan itu saja. Pada wisuda ITS tersebut ada pasangan suami istri yang berhasil lulus dari program doktoral Departemen Statistika ITS dengan bersamaan. Pasangan itu resmi menyandang gelar doktor dalam wisuda ke-121 ITS yang digelar di Graha Sepuluh Nopember ITS.

Mengutip laman ITS, pasangan yang menempuh sidang terbuka promosi doktor secara bersamaan pada 19 November 2019 ini baru mengenal satu sama lain saat memulai studi doktoralnya.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Alasan Wali Kota Risma Minta Masyarakat Jangan Mudah Tersinggung di Tengah Wabah COVID-19

Wali Kota Risma tidak tinggal diam di tengah pandemi global COVID-19. Ia turun tangan langsung memimpin institusi di lingkungan Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi dan mencegah penularan COVID-19 sekalipun belum ada pasien yang positif terjangkit virus corona di wilayahnya.

“Protokol kehidupan sehari-hari sangatlah berbeda dengan sebelumnya, baik kehidupan yang mendasar di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun fasilitas umum,” ujar Wali Kota Risma saat jumpa pers di rumah dinas, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu (15/3/2020).

Ia juga meminta masyarakat jangan mudah tersinggung karena orang berusaha melindungi dirinya dan orang banyak dari COVID-19. Misal, apabila di tempat ibadah terdapat seseorang yang tak mau menggunakan karpet untuk salat, maka tidak perlu diambil pusing.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Wali Kota Surabaya Risma Pastikan Tak Akan Lakukan Lockdown

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) memastikan Surabaya, Jawa Timur tidak akan lockdown (isolasi). Sebab, hal itu akan berdampak terhadap ekonomi terutama masyarakat yang berpenghasilan harian.

Oleh karena itu, Pemkot Surabaya terus menggalakkan pencegahan penularan virus corona (COVID-19).

"Saya selalu sampaikan bahwa Surabaya tidak akan lockdown, karena kalau lockdown, ekonominya bisa kolap dan itu bisa lebih berat. Apalagi tidak semua orang pendapatannya dihitung per bulan, ada yang harian. Makanya saya sampai melakukan rapat koordinasi seperti sekarang ini,” tutur dia usai rapat koordinasi di Graha Sawunggaling, Senin, 16 Maret 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini