Andien Aisyah Dirikan Sekolah 'Anak Percaya' Kelima di Kampung Apung Jakarta

Andien Aisyah mendirikan Sekolah Anak Percaya kelima di Kampung Apung, Jakarta, yang dihuni banyak anak putus sekolah dan warga pengupas kerang.

Jadi intinya...
  • Andien Aisyah dirikan Sekolah Anak Percaya kelima di Kampung Apung.
  • Kampung Apung dihuni pengupas kerang, banyak anak putus sekolah.
  • Pendekatan warga butuh setahun, belajar baru mulai Oktober ini.

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Andien Aisyah mendirikan Sekolah Anak Percaya kelima di Kampung Apung, Jakarta. Berbeda dari sekolah sebelumnya, kampung ini bukan kampung pemulung, melainkan kampung pengupas kerang. Kegiatan belajar-mengajar di sana baru berjalan Oktober ini.

"Kebetulan yang di titik kelima ini, walaupun memang yang sebelum-sebelumnya aku juga memang ya ikhtiarnya tuh penginnya di kampung pemulung, tapi kebetulan banget gitu ya, yang yang pasti bukan kebetulan juga, ketemu sama satu kampung, yang namanya Kampung Apung. Di situ bukan kampung pemulung, melainkan kampung pengupas kerang," ujar Andien Aisyah saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).

Bantu Anak-Anak dari Pengupas Kerang

Sebagian besar warga Kampung Apung bekerja sebagai pengupas kerang. Banyak anak di sana yang putus sekolah.

"Di sana memang sebagian besar warganya profesinya sebagai pengupas kerang. Di situ banyak sekali anak-anak putus sekolah," katanya.

Andien mengaku baru pertama kali melihat kondisi seperti itu di Jakarta. Ia tidak menyangka masih ada tempat seperti itu di ibu kota.

"Aku juga baru pertama kali melihat sisi Jakarta yang seperti itu, gitu ya, dan enggak nyangka bahwa ternyata di Jakarta masih ada tempat yang seperti itu, gitu," ungkapnya.

Pendekatan kepada warga memakan waktu setahun. Sekolah baru bisa berjalan pada Oktober tahun ini, setelah dimulai sejak Oktober tahun lalu.

"Sebenarnya ini udah dari tahun lalu, dan dari tahun lalu itu PDKT-nya setahun untuk kita bisa menyelenggarakan proses belajar-mengajar di kampung tersebut, gitu. Bener-bener Oktober tahun lalu, dan baru terlaksananya di Oktober tahun ini," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Pihak Sarwendah Kantongi Hasil Psikolog, Jawab Tudingan Lakukan Kekerasan Anak