15 Jingle Iklan Lawas yang Bikin Refleks Ikut Bernyanyi, Bangkitkan Nostalgia Masa Kecil

15 jingle iklan lawas seperti Indomie, Dancow, dan Mastin yang masih terngiang hingga kini. Yuk, nostalgia dan ikut bernyanyi lagi!

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 16:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum video pendek dan media sosial menjadi bagian dari keseharian, iklan televisi pernah menjadi hiburan yang akrab bagi keluarga Indonesia. Di sela-sela acara favorit, sejumlah iklan produk hadir dengan lagu pendek yang mudah diingat. Bahkan, beberapa jingle masih bisa dinyanyikan bertahun-tahun kemudian meski iklannya sudah hilang.

Ada yang mengandalkan pengulangan nama merek, ada pula yang menggunakan kalimat sederhana dengan irama yang mudah diikuti. Begitu mendengar potongan nadanya, ingatan seolah kembali ke masa kecil saat menonton televisi di hari Minggu.

Menariknya, jingle tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Beberapa bertahan dalam ingatan lintas generasi, sedangkan lainnya kembali ramai dibicarakan dan viral di Instagram. Apa saja jingle iklan lawas tersebut? Mari nostalgia bersama Liputan6 dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (11/10).

1. Indomie, Seleraku!

Indomie menjadi salah satu merek mi instan yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Iklannya hadir melalui berbagai versi yang menampilkan suasana makan bersama, aktivitas keluarga, hingga kebiasaan menikmati mi instan ketika lapar.

Jingle yang paling dikenal berbunyi, “Indomie, Seleraku!”, lalu ada versi panjangnya yang dimulai "dari Sabang sampai Merauke....", semuanya, menjadi identitas yang mudah dikenali karena nama produk langsung menyatu dengan pesan iklannya.

Daya ingat jingle tersebut terbentuk melalui pengulangan dan kemunculannya dalam berbagai varian iklan selama bertahun-tahun. Bagi penonton yang tumbuh bersama televisi era 90-an sampai 2000-an, mendengar kalimat itu bisa membangkitkan kenangan tentang iklan makanan yang menemani acara favorit.

2. Yamaha, Cuma Kita yang Semakin di Depan

Yamaha dikenal melalui iklan sepeda motor yang menonjolkan kecepatan, performa, dan semangat berkendara. Dalam sejumlah kampanye, merek ini menggunakan kalimat yang mudah diingat untuk memperkuat identitasnya di tengah persaingan industri otomotif.

Potongan kalimat yang lekat dengan iklannya adalah “Cuma kita yang semakin di depan.” Ungkapan ini berhubungan dengan slogan Yamaha, “Semakin di Depan”, yang sering terdengar dalam materi promosi merek tersebut.

Kekuatan kalimat ini terletak pada irama pengucapan dan pesan yang disampaikan secara langsung. Bagi orang yang akrab dengan iklan sepeda motor di televisi, penggalan tersebut bisa mengingatkan kembali pada tayangan promosi kendaraan yang sering muncul di sela-sela acara olahraga atau hiburan.

3. Tepung Beras Rose Brand

Rose Brand dikenal sebagai merek bahan pangan yang produknya digunakan untuk membuat berbagai hidangan rumahan. Tepung beras menjadi salah satu produk yang lekat dengan kegiatan memasak, terutama ketika keluarga menyiapkan kue tradisional atau makanan untuk acara tertentu.

Potongan jingle yang diingat adalah “Tepung Beras Rose Brand!” Nama produk dan merek diucapkan secara langsung sehingga mudah dikenali oleh penonton.

Pengulangan nama tersebut menjadi kekuatan utama iklannya. Ketika kalimat yang sama terdengar berkali-kali di televisi, orang bisa mengingat mereknya bahkan tanpa perlu melihat kemasannya. Bagi sebagian keluarga, bunyi jingle ini juga bisa membawa ingatan pada dapur rumah, kegiatan membuat jajanan, dan bahan makanan yang biasa dibeli di warung.

4. Permen Nano-Nano, Manis, Asam, Asin, Rame Rasanya

Permen Nano-Nano memiliki identitas yang berbeda dari permen dengan satu rasa dominan. Nama dan konsep produknya menonjolkan perpaduan rasa yang membuat pengalaman memakannya terasa berbeda.

Jingle yang populer diingat berbunyi “Manis, asam, asin, rame rasanya!” Urutan kata tersebut menjadi bagian yang paling mudah dikenali karena menyebutkan karakter rasa dengan irama yang enak diikuti.

Kalimatnya terasa akrab karena menggunakan kata-kata sederhana dan susunan yang mudah diingat. Bahkan, orang yang tidak sedang memakan permen bisa spontan mengucapkannya ketika mendengar nama Nano-Nano. Jingle ini juga menunjukkan bagaimana iklan dapat memperkenalkan karakter produk melalui satu kalimat yang terus terngiang.

5. Susu Indomilk, Susu untuk Kita Semua

Indomilk termasuk merek produk susu yang telah lama hadir di Indonesia. Produk susunya dikenal melalui berbagai bentuk dan varian, sedangkan iklannya menggunakan pesan yang dekat dengan kebutuhan keluarga.

Jingle yang diingat banyak orang berbunyi “Susu Indomilk, Indomilk...Indomilk. Susu Indomilk, Susu untuk Kita Semua.” Nama merek diulang bersama pesan yang menggambarkan produk sebagai bagian dari keseharian keluarga.

Kalimat tersebut terasa mudah melekat karena memiliki susunan yang sederhana dan ritme yang mudah diikuti. Bagi penonton yang tumbuh pada masa iklan televisi masih menjadi sumber hiburan utama, jingle ini bisa mengingatkan pada tayangan keluarga dan kebiasaan menikmati susu di rumah. Pesannya juga mudah dipahami oleh anak-anak sehingga berpotensi ikut dinyanyikan setelah iklan selesai.

6. Permen Kopiko, Ambil Saja Kopiko

Kopiko dikenal sebagai permen dengan cita rasa kopi yang menyasar orang yang menyukai rasa khas minuman tersebut dalam bentuk praktis. Iklan produknya kerap menonjolkan nama merek dan karakter rasa sebagai bagian dari pesan promosi.

Potongan jingle yang dikenang adalah “Ambil saja Kopiko, permen kopi, Kopiko.” Nama produk muncul berulang kali dan dipadukan dengan penyebutan jenis produknya.

Pola pengulangan itu membantu membuat nama Kopiko mudah melekat di ingatan. Pendengar tidak harus menghafal lagu panjang untuk mengingat produknya. Cukup mendengar potongan kalimatnya, sebagian orang mungkin langsung membayangkan kemasan permen kopi yang pernah mereka lihat di toko atau iklan televisi.

7. Susu Dancow, Aku dan Kau Suka Dancow

Dancow merupakan salah satu merek susu yang dikenal oleh banyak keluarga Indonesia. Berbagai iklannya pernah menampilkan anak-anak dan keluarga, dengan pesan yang berkaitan dengan kebiasaan minum susu dalam kehidupan sehari-hari.

Jingle yang paling melekat adalah “Aku dan Kau, Suka Dancow.” Kalimat ini disampaikan dengan melodi yang mudah dinyanyikan dan memiliki susunan kata yang sederhana.

Pengulangan kampanye membantu lagu ini bertahan dalam ingatan penonton. Bagi generasi yang mengenalnya sejak kecil, potongan lirik tersebut bisa membawa kembali suasana menonton televisi bersama keluarga pada era 1990-an dan sesudahnya.

8. Energen, Minum Sereal untuk Sarapan

Energen dikenal sebagai produk sereal yang dipasarkan untuk menemani sarapan. Iklan-iklannya mengangkat kebiasaan makan pada pagi hari dan menawarkan produk sebagai pilihan bagi orang yang membutuhkan sarapan praktis.

Jingle yang dikenal berbunyi “Minum Energen sereal, minum makanan bergizi.” Kalimat tersebut menggabungkan nama produk, cara mengonsumsinya, dan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Penggunaan kata-kata yang berkaitan dengan rutinitas pagi membuat iklannya mudah dihubungkan dengan pengalaman sehari-hari. Orang yang terbiasa menonton televisi sebelum berangkat sekolah atau bekerja mungkin masih mengingat potongan lagu tersebut. Jingle ini juga memperlihatkan bagaimana pesan iklan yang sederhana bisa menjadi bagian dari kenangan tentang rutinitas keluarga.

9. Susu Bendera, Susu Saya Susu Bendera

Susu Bendera merupakan nama yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia dan berkaitan dengan produk susu dari Frisian Flag. Produk ini hadir dalam berbagai bentuk, termasuk susu kental manis yang kerap digunakan dalam minuman dan makanan rumahan.

Potongan jingle yang diingat adalah “Susu saya, susu Bendera.” Kalimatnya singkat dan mengulang kata yang dekat dengan keseharian, sehingga mudah diikuti ketika dinyanyikan.

Kekuatan jingle ini terletak pada kesederhanaan liriknya. Anak-anak maupun orang dewasa bisa mengingatnya tanpa perlu menghafal banyak kata. Ketika mendengar nama Susu Bendera, sebagian penonton mungkin langsung teringat pada iklan televisi lama, kemasan susu yang dijual di warung, atau minuman manis yang pernah dibuat di rumah.

10. Mixagrip, Sakit Flu Memang Cocok Minum Mixagrip

Mixagrip dikenal sebagai merek obat yang dipasarkan untuk membantu meredakan gejala flu. Iklan produk kesehatan seperti ini sering menggunakan pesan langsung agar penonton mudah mengenali nama produk dan kegunaannya.

Kalimat yang lekat dengan iklannya adalah “Sakit flu memang cocok minum Mixagrip.” Penyebutan kondisi yang umum dialami banyak orang, kemudian diikuti nama produk, membuat pesan tersebut mudah dipahami.

Jingle dengan pola seperti ini mudah diingat karena mengikuti susunan percakapan sehari-hari. Penonton tidak perlu memikirkan makna kalimat yang rumit untuk mengikutinya. Bagi orang yang sering menonton televisi pada era iklan obat berdurasi pendek, kalimat tersebut bisa kembali terucap ketika mendengar nama Mixagrip.

11. Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak

Kapal Api menjadi salah satu merek kopi yang dikenal luas di Indonesia. Iklan-iklannya selama bertahun-tahun mengangkat pengalaman menikmati kopi dan menggunakan pesan singkat untuk memperkuat identitas produk.

Kalimat “Jelas lebih enak!” merupakan slogan yang lekat dengan Kapal Api. Penyampaiannya singkat dan tegas sehingga mudah dihubungkan dengan nama merek, meskipun kalimat tersebut lebih tepat disebut slogan apabila tidak disertai melodi dalam versi iklan tertentu.

Slogan ini mudah diingat karena hanya terdiri dari beberapa kata dan menyampaikan pesan secara langsung. Bagi penonton yang terbiasa melihat iklan kopi di televisi, ungkapan tersebut mungkin memunculkan ingatan tentang suasana pagi, secangkir kopi, dan iklan yang berulang di sela-sela tayangan favorit. Daya lekatnya menunjukkan bahwa kalimat promosi yang singkat juga bisa menjadi identitas merek dalam ingatan masyarakat.

12. Mastin, Kabar Gembira untuk Kita Semua

Mastin menjadi salah satu produk yang iklannya ramai dibicarakan masyarakat pada 2014. Produk ekstrak kulit manggis ini dikenal melalui iklan yang menonjolkan lagu dengan lirik panjang, berbeda dari slogan pendek yang biasa digunakan banyak merek.

Bagian yang paling mudah dikenali adalah “Kabar gembira untuk kita semua, kulit manggis kini ada ekstraknya.” Lagu tersebut kemudian berlanjut dengan penyebutan Mastin dan rangkaian kalimat yang dinyanyikan mengikuti melodi yang sama.

Pada 2014, jingle Mastin ramai dibicarakan dan menjadi bahan parodi di internet. Pengulangan lirik, pembukaan yang tidak biasa, dan melodinya membuat jingle tersebut mudah diingat, bahkan oleh orang yang hanya mendengarnya sesekali. Tidak sedikit orang yang kemudian mengenal lagu ini melalui meme dan percakapan di media sosial.

13. Sunlight, Bersih Bersinar

Sunlight dikenal sebagai merek sabun pencuci piring yang digunakan untuk membersihkan peralatan makan dan memasak. Iklan produknya kerap menampilkan kegiatan mencuci piring di dapur, dengan pesan mengenai kebersihan dan hasil pencucian.

Potongan kalimat yang diingat adalah “Bersih bersinar, Sunlight.” Susunan kata tersebut menonjolkan hasil yang ingin dikaitkan dengan produk, sekaligus menyebutkan nama merek di bagian akhir.

Kalimat pendek dengan pengulangan bunyi seperti ini mudah menempel di ingatan karena tidak membutuhkan banyak waktu untuk dipahami. Bagi penonton yang sering melihat iklan produk rumah tangga saat jeda acara televisi, jingle Sunlight bisa membangkitkan kenangan tentang iklan dapur yang akrab dengan rutinitas keluarga.

14. Sari Roti, Sari Roti

Sari Roti dikenal melalui produk roti yang dijual di berbagai tempat, termasuk oleh pedagang keliling. Berbeda dari sejumlah jingle yang terutama dikenal lewat televisi, identitas suara Sari Roti juga lekat dengan pengalaman mendengar penjual roti melewati lingkungan tempat tinggal.

Suara yang paling mudah dikenali adalah “Sari Roti, Sari Roti!” Nama merek diulang dengan melodi khas yang membuat orang bisa mengenali penjualnya sebelum melihat gerobak atau sepeda yang digunakan.

Pengalaman mendengar suara tersebut sering berkaitan dengan kenangan masa kecil. Ada yang mengingat kebiasaan memanggil penjual dari depan rumah, meminta uang kepada orang tua, atau memilih roti untuk camilan. Karena suara itu hadir langsung di lingkungan tempat tinggal, ingatannya bisa terasa berbeda dari jingle yang hanya didengar melalui layar televisi.

15. Masako, Masak Ya Masako

Masako merupakan merek bumbu kaldu yang digunakan untuk menambah rasa pada berbagai masakan rumahan. Namanya sering dikaitkan dengan kegiatan memasak sehari-hari, mulai dari membuat sup hingga mengolah sayuran dan lauk.

Kalimat “Masak ya Masako!” menjadi salah satu slogan yang mudah diingat. Permainan bunyi antara kata masak dan Masako membuat kalimat tersebut terdengar berirama.

Kesamaan bunyi itulah yang membuatnya mudah diucapkan kembali setelah iklan berakhir. Orang tidak perlu menghafal banyak kata karena hubungan antara aktivitas memasak dan nama merek sudah terlihat dalam satu kalimat. Bagi keluarga yang terbiasa menonton televisi sambil menyiapkan makanan, jingle semacam ini bisa mengingatkan pada suasana rumah dan rutinitas di dapur.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jingle Iklan Lawas yang Bikin Refleks Ikut Bernyanyi

1. Apa saja jingle iklan lawas yang paling mudah diingat di Indonesia?

Beberapa jingle yang dikenal masyarakat antara lain “Indomie, Seleraku”, “Aku dan Kau, Suka Dancow”, “Manis, Asam, Asin, Rame Rasanya” dari Nano-Nano, serta “Kabar Gembira untuk Kita Semua” dari Mastin.

2. Mengapa jingle iklan mudah terngiang di kepala?

Jingle menggunakan melodi singkat, pengulangan kata, dan irama yang mudah diikuti. Ketika sering didengar, potongan lagu tersebut bisa lebih mudah dikenali saat seseorang mendengar nada atau kata yang sama.

3. Jingle Mastin populer pada tahun berapa?

Jingle Mastin ramai dibicarakan pada 2014. Lagu iklan yang diawali kalimat “Kabar gembira untuk kita semua, kulit manggis kini ada ekstraknya” bahkan menjadi bahan meme dan parodi di media sosial.

4. Jingle Dancow mulai dikenal sejak kapan?

Jingle “Aku dan Kau, Suka Dancow” dikenang sebagai salah satu identitas iklan susu yang populer di kalangan penonton televisi era 1990-an dan sesudahnya.

5. Mengapa jingle iklan lawas bisa membangkitkan nostalgia?

Jingle dapat mengingatkan seseorang pada pengalaman yang berulang, seperti menonton televisi bersama keluarga atau mendengar penjual roti keliling. Ketika melodi yang sama terdengar kembali, ingatan tentang suasana dan pengalaman masa lalu bisa ikut muncul.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6