Pacific Rim, Perang Melawan Monster Laut Demi Keutuhan Manusia

Pacific Rim adalah film yang berfokus pada pertahanan umat manusia dari serangan makhluk Kaiju dengan menciptakan robot bernama Jaeger.

Diterbitkan 15 Juli 2013, 22:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
aeger tua sukses melumpuhkan para Kaiju. Hal tersebut membuat Stacker datang menemui Raleigh demi bisa menariknya sebagai pilot Jaeger kembali. Alhasil, Raleigh pun kembali ke dalam pasukan.

Menyusun sebuah rencana di markas pertahanan yang kini sudah lepas dari campur tangan pemerintah, Stacker pun memperkenalkan Raleigh kepada Mako Mori (Rinko Kikuchi). Mako merupakan salah satu asisten kepercayaan Stacker dan memiliki keahlian khusus dalam seni beladiri.

Berdasarkan suatu pengalaman yang mengejutkan dengan Mako, Raleigh meminta Stacker untuk menjadikan Mako sebagai pilot pasangannya. Awalnya Stacker menolak dan akhirnya ia pun berubah pikiran. Tetapi karena suatu kesalahan, Mako pun akhirnya dibatalkan menjadi pilot.

Dalam sebuah misi, 3 Jaeger selain milik Raleigh terjun ke medan Kaiju. Namun, karena Kaiju yang mereka lawan terlalu kuat, akhirnya Mako pun terpaksa diturunkan untuk menjadi pasangan Raleigh.

Sementara itu, salah satu anggota tim peneliti di bawah Stacker yang bernama Dr. Newton Geizler (Charlie Day), baru saja menemukan cara untuk menghubungkan otak Kaiju dengan otak manusia. Demi mencari otak yang segar supaya bisa membaca pikiran Kaiju, Newton pun menemui pedagang gelap bernama Hannibal Chau (Ron Perlman).

Namun, langkah Raleigh dan Newton dalam tugas masing-masing tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi rintangan yang ada di depan mereka. Namun begitu, setiap masalah pasti ada penyelesaiannya. Dengan kerjasama yang solid serta pengorbanan yang berani, misi umat manusia dalam menaklukan Kaiju pun berhasil dengan dramatis.

Film Pacific Rim, banyak memperlihatkan adegan-adegan canggih yang digarap oleh studio Legendary Pictures. Tampilan monster yang mengerikan serta robot yang sangat detail, membuat Pacific Rim sangat layak ditonton bagi para penggemar film bernuansa teknologi.

Untuk pengembangan cerita dan momen-momen dramatis sepanjang film, Pacific Rim tidak menampilkan hal-hal baru yang istimewa. Semua alurnya terlalu lurus dan bisa dibilang kurang variatif. Bahkan dalam membangun beberapa adegan heroik dan mengharukan pun tidak terlalu berasa.

Secara keseluruhan, Pacific Rim bisa menjadi sebuah tontonan yang menarik untuk ajang hiburan. Dibandingkan Transformers, film ini lebih memiliki perasaan dan hati dimana seorang manusia harus berani mengorbankan dirinya dalam mencapai kebahagiaan sesamanya.

Dengan banyaknya adegan pertarungan yang seru dan menggelegar, tak ada ruginya jika Pacific Rim menjadi tontonan untuk mengisi waktu di akhir pekan.(Rul)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rully Riantrisnanto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan