Acha Septriasa Main Film Air Mata Mualaf, Bicara Cinta Keluarga dan Berani Jujur pada Diri Sendiri

Acha Septriasa membintangi film Air Mata Mualaf karya sineas Indra Gunawan. Ia adu akting dengan Achmad Megantara, Rizky Hanggono, dan Dewi Irawan.

Diterbitkan 13 November 2025, 18:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Film Air Mata Mualaf tayang 27 November 2025, disutradarai Indra Gunawan.
  • Mengisahkan Anggie (Acha Septriasa) yang mualaf setelah kekerasan, menghadapi penolakan keluarga.
  • Dibintangi Acha Septriasa, Achmad Megantara, Rizky Hanggono hingga aktris peraih 2 Piala Citra, Dew Irawan.

Liputan6.com, Jakarta Produktivitas Acha Septriasa di layar lebar menguat di pengujung 2025. Salah satunya dengan membintangi film Air Mata Mualaf karya sineas Indra Gunawan. Dalam film ini, ia beradu akting dengan Achmad Megantara, Rizky Hanggono, hingga Dewi Irawan.

Air Mata Mualaf telah meluncurkan poster resmi serta trailer untuk menggoda penonton. Film ini mengajak publik memahami, bahwa keyakinan baik spiritual, prinsip hidup, maupun nilai-nilai pribadi, bukan sesuatu yang otomatis diwariskan.

Diproduksi Merak Abadi Productions dan Suraya Filem Malaysia, Air Mata Mualaf yang akan tayang di bioskop mulai 27 November 2025 mengisahkan Anggie (Acha Septriasa) dan ibunya (Dewi Irawan) yang penuh kasih, namun sarat tekanan. 

“Anggie tidak melawan keluarga. Dia mencintai ibunya, tapi juga mencintai kebenaran yang ia temukan. Konflik ini relevan karena tiap orang akhirnya akan sampai di titik, di mana mereka harus memilih jalan hidupnya sendiri,” kata Acha Septriasa.

 

Keberanian Jujur Pada Diri Sendiri

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Kamis (13/11/2025), Acha Septriasa menjanjikan kekuatan utama Air Mata Mualaf adalah ia tidak menghakimi, tapi menggambarkan kompleksitas keluarga secara jujur sekaligus lembut.

Air Mata Mualaf berbicara tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri tanpa kehilangan cinta terhadap keluarga,” ia menyambung. Indra Gunawan membenarkan seraya mengklaim film Air Mata Mualaf bukan persoalan pindah keyakinan semata. 

Iman Bukan Diwariskan

“Iman bukan sesuatu yang diwariskan begitu saja. Iman adalah hasil perjalanan batin yang panjang. Ketika seseorang memilih jalannya sendiri, di situ kedewasaan lahir. Keluarga bisa menjadi tempat paling hangat, tapi juga tempat di mana pilihan kita diuji,” ulas Indra Gunawan.

Senada dengan Indra Gunawan, produser Dewi Amanda menegaskan film ini dibangun dari sudut pandang keluarga, bukan sudut pandang religius sempit. Air Mata Mualaf bukan film yang menggurui. Ini film tentang manusia. Tentang anak yang ingin didengar.

 

Takut Kehilangan

Secara visual, trailernya menampilkan keseharian yang akrab dan intim: ruang makan keluarga, perjalanan pulang malam, pertengkaran kecil yang menyimpan luka besar, hingga momen hening ketika seseorang bertanya dalam hati.

“Ini tentang orang tua yang takut kehilangan. Tentang perbedaan dalam keluarga bukanlah akhir, tapi awal dari proses saling memahami. Menjadi berbeda itu berat, tapi ketika istikamah—kita bisa tetap berjalan tanpa membenci,” ucap Dewi Amanda.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Review Film Moana Live Action, Laut Kembali Memanggil untuk Berlayar

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan