TikTok Rising Indonesia 2025 Libatkan 9 Seniman, Dari Juicy Luicy, Adrian Khalif Hingga for Revenge

Untuk kedua kalinya, TikTok kembali luncurkan TikTok Rising Indonesia untuk dukung musik lokal.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - TikTok meluncurkan TikTok Rising Indonesia 2025 pada Kamis, (9/10/2025) di MGP Space SCBD, Jakarta. Ini program pemberdayaan khusus bagi kreator musik dan musisi lokal untuk tumbuh, memperkuat ikatan dengan penggemar, serta merayakan keragaman musik di Tanah Air. 

"TikTok terus menjadi tempat utama untuk menemukan musik, menulis lagu-lagu, karya baru, bahkan menciptakan tren. Semuanya ada di TikTok," kata Music and Artist Partnerships Lead Southeast Asia TikTok, Christo Putra, dalam sesi konferensi pers.  

Melihat potensi tersebut, TikTok menghadirkan program pemberdayaan untuk mendukung berkelanjutan bagi musisi lokal dari berbagai latar belakang, baik yang sudah tergabung dalam perusahaan rekaman maupun independen.

"Melihat potensi tersebut, kami kembali menghadirkan TikTok Rising Indonesia untuk terus mendukung talenta musik lokal ini agar dapat terus berkarya, dikenal, dan dirayakan di TikTok," ia menyambung.

TikTok Rising Indonesia 2025 menggandeng sembilan kreator musik dan musisi lokal untuk menerima pembekalan langsung dari TikTok. Kesembilan musisi tersebut Juicy Luicy, Adrian Khalif, Wijaya80, Tenxi dan Jemsii, for Revenge, Rombongan Bodonk Koplo, Mikky dan Zia, Enau, serta Assia Keva.

Tampil Berbeda

Selain line-up musisi yang berbeda dibanding tahun sebelumnya, Christo Putra membeberkan adanya perubahan secara skill audiensi. "Misalnya yang pertama itu purely memang cuma invitation only. Kita mengundang media, lalu label dan musisi untuk datang. Kali ini kita mengundang audiensi yang lebih luas," beri tahu Christo Putra.

TikTok menyediakan fitur yang membuat TikTok Rising Indonesia 2025 secara skill menjadi lebih besar jika dibandingkan tahun sebelumnya. "Kalau teman-teman lihat ada search TikTok Rising Indonesia, itu ada search hub-nya yang terhubung dengan konten-konten musisi yang sudah upload tentang TikTok Rising. Ada anchor-nya juga di mana teman-teman bisa registrasi untuk menonton acara ini," paparnya, panjang.

Proses Kurasi Musisi

Christo Putra menyatakan, TikTok selalu mencari atau melihat data-data setahun terakhir untuk mengurasi musisi yang perlu diberdayakan, salah satunya dari tingkat aktif mereka. "Misalnya, berapa banyak konten yang mereka upload dalam seminggu atau sebulan di TikTok. Lalu berapa banyak views, ada likes-nya tinggi juga, atau penambahan followers-nya,” Christo Putra menerangkan. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dari data-data yang terkumpul, TikTok memutuskan musisi-musisi mana yang cocok untuk didukung. "Musisi-musisi aktif inilah yang akhirnya kita coba highlight, kita kontak untuk membuat showcase sebagai bentuk penghargaan bagaimana Tiktok bisa men-support musisi, dalam bikin sebuah event untuk showcasing mereka live lewat TikTok Rising,” ulasnya.

Halaman
Show All
Vindy Therecia, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan