Surat Terbuka Jerome Polin Usai Serahkan Tuntutan 17+8 ke DPR, 27 Tahun Hidup Akhirnya Turun ke Jalan

Untuk kali pertama, Jerome Polin turun ke jalan sampaikan "17+8 Tuntutan Rakyat" ke DPR RI. Ia melawan banyak rasa takut sebelum menyuarakan aspirasi.

Diterbitkan 05 September 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Berkemeja pink yang belakangan dianggap merefleksikan keberanian, Jerome Polin beserta sejumlah pesohor lain menyerahkan tuntutan 17+8 kepada DPR yang diwakili Andre Rosiade dan Rieke Diah Pitaloka, di Jakarta, pekan ini.

Momen ini diunggah Jerome Polin di akun Instagram terverifikasi, Kamis (4/9/2025), sebabai bukti bahwa tuntutan 17+8 bukan omong kosong belaka. Deadline untuk merealisasikan 17 tuntutan jangka pendek adalah hari ini, 5 September 2025.

Setelah menyampaikan 17+8 tuntutan rakyat, Jerome Polin menulis surat terbuka berisi pengakuan bahwa ini kali pertama turun ke jalan menyampaikan aspirasi dan kegelisahan atas kebijakan Pemerintah Indonesia yang melukai hati rakyat.

“Hai teman-teman, hari ini untuk pertama kalinya dalam 27 tahun hidup, aku turun ke jalan. Jujur dari dulu aku selalu takut untuk speak up soal suatu isu di Indonesia apalagi turun ke jalan,” tulis Jerome Polin dalam surat terbuka berlatar hitam.

 

Banyak Takutnya

Ada banyak ketakutan yang berkecamuk di benaknya. Jerome Polin takut salah omong, takut di-judge atau dihakimi, takut pengetahuannya dalam menyampaikan aspirasi kurang banyak. Takut di-framing. Takut diserang.

“Banyak takutnya. Tapi hari ini, aku berhasil melawan semua rasa takut itu. Kenapa aku bisa berani? Aku pun heran. Aku bertanya ke diriku sendiri. Tapi sepertinya ada 1 jawaban yaitu aku tidak sendiri,” ia menyambung.

“Aku didukung oleh banyak teman dan aku tahu banyak orang yang menggantungkan harapannya pada gerakan ini,” ujar Jerome Polin kemudian berbagi pengalaman betapa banyak orang jahat memfitnahnya.

Di-framing Aku Provokator

Jerome Polin mengaku telah di-framing jadi buzzer, di-framing bahwa suara lantangnya hanyalah akal-akal untuk masuk ke dunia politik. Tak hanya itu, pesohor dengan 9 jutaan pengikut di Instagram itu dicap sebagai provokator.

Diterjang beragam fitnah oleh para buzzer tak bertanggung jawab, sempat bikin Jerome Polin drop. Sejurus kemudian, ia berpikir, inilah yang hendak dicapai buzzer, yakni melemahkan semangat mereka yang menyurarakan kegelisahan dan menentang ketidakadilan.

“Di-framing aku provokator, disalahpahami, di-framing ini dan itu sempat membuatku down dan kepikiran. Tapi rasanya itu semua tidak lebih penting daripada tercapainya keadilan dan hak rakyat yang selama ini diselewengkan dan disemena-menakan,” cuit Jerome Polin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan