Forestra 2025: Konser Orkestra Unik di Hutan Pinus Cikole Kembali Digelar 30 Agustus

Forestra 2025 hadir dengan pengalaman orkestra di tengah hutan pinus, menampilkan musisi ternama dan kolaborasi spesial.

Diterbitkan 03 Juli 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Forestra 2025 akan digelar pada 30 Agustus 2025 di Orchid Forest Cikole, Lembang, Bandung. Konser ini merupakan edisi keempat yang menghadirkan kolaborasi musisi ternama dengan Erwin Gutawa Orchestra. "Kami ingin menciptakan pengalaman yang mendalam, menggabungkan keindahan alam dengan musik orkestra," ungkap Erwin Gutawa saat jumpa pers di Hutan Cikole, Lembang, Bandung, Rabu (2/7/2025).

Acara ini akan menampilkan berbagai penampil, termasuk Bernadya, Voice of Baceprot, dan banyak lagi. Tiket sudah tersedia dengan harga bervariasi, mulai dari Rp395.000 untuk kategori Awalan Hari hingga Rp685.000 untuk Simfoni (Presale 3). Penonton diharapkan untuk bertanggung jawab terhadap barang bawaan mereka dan anak-anak di bawah 14 tahun harus didampingi orang tua.

Forestra dikenal dengan kolaborasi musisi ternama dan pengalaman unik yang ditawarkannya. Tahun ini, acara ini menjanjikan pertunjukan yang lebih kaya dengan berbagai aktivasi baru di Area Gema dan kolaborasi dengan Greenpeace Indonesia.

Pengalaman Unik di Tengah Hutan

Forestra 2025 akan kembali digelar di tengah hutan pinus yang indah, memberikan suasana yang berbeda bagi penonton. Tahun ini, acara ini akan menampilkan kolaborasi spesial antara Erwin Gutawa Orchestra dan berbagai musisi, termasuk Reza Artamevia dan The Sigit. "Panggung Forestra dirancang agar memberi ruang bagi alam untuk ikut 'berbicara'," kata Jay Subyakto, Creative Director.

Desain panggung yang unik akan memanfaatkan keindahan alam sekitar, menciptakan harmoni antara musik dan lingkungan. Dalam acara sebelumnya, visual yang dihasilkan dari LED projector yang diarahkan ke pohon-pohon menciptakan pengalaman yang menyatu dengan alam. Pendekatan ini akan terus dipertahankan dalam Forestra 2025.

Selain itu, Forestra juga akan menghadirkan sesi diskusi musik dan pertunjukan spesial dari Bottlesmoker dengan judul “Bio-plant Sonic”. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menggabungkan seni dan kesadaran lingkungan dalam satu acara.

Kolaborasi dengan Greenpeace Indonesia

Forestra 2025 tidak hanya fokus pada musik, tetapi juga berkomitmen untuk mendukung gerakan lingkungan. Sebagian dari hasil penjualan tiket akan dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat yang terdampak krisis iklim di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu kelompok perempuan dengan mengembangkan pertanian alternatif dan energi terbarukan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kerja sama ini menunjukkan bahwa Forestra tidak hanya merayakan seni, tetapi juga mengajak pengunjung untuk berkontribusi dalam isu-isu sosial dan lingkungan. "Kami ingin penonton merasa terlibat dalam gerakan yang lebih besar melalui musik," tambah panitia. Dengan berbagai pendekatan ini, Forestra 2025 diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan