Syuting Film Titip Bunda di Surga-Mu Resmi Dimulai di Semarang

Syuting Film Titip Bunda di Surga-Mu telah dimulai, menjanjikan kisah emosional tentang keluarga yang menyentuh hati.

Diperbarui 12 Juni 2025, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film "Titip Bunda di Surga-Mu" resmi memulai proses syutingnya pada 11 Juni 2025 di Semarang, Jawa Tengah. Adaptasi dari novel karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata ini diproduksi oleh RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures. Dalam konferensi pers yang digelar, Dono Indarto selaku produser dan penulis skenario menyatakan, "Kami ingin setiap penonton pulang dari bioskop dengan hati yang hangat dan pikiran yang terbuka, terutama tentang arti pengorbanan orang tua."

Film ini mengisahkan tentang tiga bersaudara, Alya, Adam, dan Azzam, yang terpisah dari orang tua dan hidup mandiri sejak remaja. Konflik utama muncul ketika mereka merampok rumah ibu mereka sendiri, Moza, yang memicu penyesalan dan proses penyembuhan bagi seluruh keluarga. Hanny R. Saputra, sutradara film ini, menekankan bahwa cerita ini sangat manusiawi dan terasa nyata, menggambarkan kesalahan, pengampunan, dan cinta orang tua yang kadang baru disadari saat sudah terlambat.

Dengan dukungan deretan pemain bintang seperti Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, dan lainnya, film ini diharapkan dapat menguras emosi penonton. "Titip Bunda di Surga-Mu" bukan hanya sekadar film, tetapi juga refleksi penuh makna akan kasih tak bersyarat dan kesalahan yang tak bisa diulang.

Proses Syuting yang Dimulai di Semarang

Syuting film ini dimulai pada 11 Juni 2025, di Semarang, Jawa Tengah, dengan harapan dapat menyentuh hati penonton di seluruh Indonesia. Proses ini ditandai dengan konferensi pers yang dihadiri oleh para produser, sutradara, dan pemain utama. Dono Indarto menjelaskan bahwa film ini adalah perwujudan rasa yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Hanny R. Saputra, yang dikenal sebagai sutradara spesialis film emosional, mengungkapkan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada kedekatannya dengan pengalaman emosional banyak keluarga di Indonesia. "Saya ingin menyajikannya dengan jujur dan menyentuh, bukan dengan melodrama yang berlebihan, tapi dengan keheningan yang berbicara," ujarnya.

Film ini diharapkan dapat menjadi salah satu tontonan paling menyentuh di tahun 2026, dengan nilai-nilai religius yang menyentuh dan kisah yang menggugah emosi penonton.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Film "Titip Bunda di Surga-Mu" mengisahkan tentang tiga saudara kandung, Alya, Adam, dan Azzam, yang terpisah dari orang tua mereka dan hidup mandiri sejak remaja. Ketika mereka nekat merampok rumah ibu mereka sendiri, Moza, konflik memuncak dan menimbulkan penyesalan yang mendalam. Proses penyembuhan bagi keluarga ini menjadi inti dari cerita yang emosional. Hanny R. Saputra menekankan bahwa film ini bukan hanya tentang kesalahan, tetapi juga tentang pengampunan dan cinta orang tua yang kadang baru disadari saat sudah terlambat. "Cerita ini sangat manusiawi dan terasa nyata," tambahnya. Dengan pendekatan visual yang kuat, film ini diharapkan dapat memperkuat narasi yang sudah ada dalam novel. Liany Lian dari Festival Pictures menambahkan bahwa penonton akan merasakan denyut emosinya, bahkan dari tatapan dan jeda antar dialog.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan