Linkin Park Ungkap Saran Terburuk yang Diterima di Fase Awal Karier Mereka

Mike Shinoda, vokalis sekaligus salah satu pendiri Linkin Park itu, mengenang beberapa saran yang kurang tepat dari label rekaman mereka semasa awal pembuatan album perdana, Hybrid Theory.

Diterbitkan 25 Desember 2024, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mike Shinoda belum lama ini membeberkan bahwa di awal karier, ada beberapa hal dari pihak label rekaman yang nyaris menjatuhkan Linkin Park. Hal itu hampir membuat cara pandang dan pengalaman para pendengar musik Linkin Park cenderung negatif.

Dalam wawancara terbaru dengan Complex, Mike Shinoda, vokalis sekaligus salah satu pendiri Linkin Park, mengenang beberapa saran yang kurang tepat dari label rekaman semasa awal pembuatan album perdana, Hybrid Theory.

Beruntung, band ini mempertahankan visi dan menolak saran-saran yang berpotensi merusak identitas Linkin Park. Dua saran yang diungkapkan Shinoda, berpotensi mengubah cara publik dalam melihat penampilan panggung serta kualitas album debut mereka.

Keputusan Linkin Park untuk teguh pada visi berbuah manis. Album Hybrid Theory berhasil mencerminkan identitas sejati band asal Amerika Serikat ini.

 

Label Ragu, Band Tetap Bertahan

Mike Shinoda menjelaskan, sejak awal perjalanan karier mereka, label rekaman cenderung mengambil sikap "tunggu dan lihat," alih-alih memberi dukungan penuh. Meski demikian, Linkin Park menolak untuk mengikuti arahan label dan memperjuangkan visi musikal mereka.

"Kami menghabiskan lebih banyak waktu untuk fokus pada diri sendiri dan fondasi kami daripada sekadar mencoba mendapat penggemar," jelas Mike Shinoda.

"Makin banyak kami menulis, merekam, dan tetap berpegang pada prinsip kami, makin sering kami mengatakan tidak pada saran label yang ingin kami ubah," sambungnya.

 

Gimmick Panggung yang Aneh

Salah satu contoh saran yang disampaikan kepada Linkin Park kala itu, datang dari perwakilan A&R yang mencoba membantu mereka meningkatkan penampilan panggung.

"Saat itu kami masih belajar merasa nyaman di atas panggung," kenang Mike Shinoda. "Mereka membawa seseorang yang biasa mengatur koreografi untuk pertunjukan rap dan R&B," akunya.

Orang tersebut, menurut Mike Shinoda, menyarankan agar band memiliki gimmick panggung. "Dia secara harfiah menyarankan, ‘Kalian perlu punya sesuatu yang unik di atas panggung, seperti keluar dari sepatu saat tampil atau menendang sepatu ke penonton.’ Kami semua hanya berpikir, ‘Apa-apaan ini?’" Mike Shinoda membeberkan.

Mes

ki ide tersebut akhirnya tidak dilaksanakan, saran yang disampaikan menjadi pengingat bagi Linkin Park tentang pentingnya menjaga identitas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan