Kata Detektif Jubun soal Perselingkuhan: Siapa yang Lebih Sering, Pria atau Wanita?

Jubun, seorang detektif swasta berpengalaman, mengatakan bahwa meskipun wanita lebih mahir dalam menyembunyikan perselingkuhan

Diperbarui 04 Desember 2024, 20:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Memahami faktor emosional dan sosial di balik tindakan ini dapat membantu pasangan menghindari konflik serupa di masa depan.

Pengalaman 17 Tahun

Dalam kariernya selama 17 tahun, Jubun menemukan bahwa pria sering menganggap perselingkuhan sebagai kebutuhan sekunder atau hiburan. Namun, saat ketahuan, mereka cenderung memilih tetap bersama pasangan, terutama jika sudah memiliki anak. 

Berbeda dengan pria, wanita biasanya berselingkuh karena alasan emosional, seperti luka hati atau kekecewaan terhadap pasangan. Beberapa wanita bahkan berselingkuh untuk balas dendam karena suami mereka berselingkuh lebih dulu.

"Wanita yang berselingkuh sering merasa terluka atau kecewa terhadap pasangan mereka. Perselingkuhan bisa terjadi dengan personal trainer di gym atau pria yang dikenal melalui media sosial. Dalam beberapa kasus, mereka lebih memilih pria yang memahami mereka meski secara finansial lebih rendah,” ungkap Jubun.

 

Kesimpulan: Kedua Gender Terlibat Perselingkuhan

Stereotip sering menyebut pria lebih sering berselingkuh. Namun, penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa pria dan wanita memiliki motivasi dan cara yang berbeda dalam perselingkuhan. Dengan memahami dinamika ini, kita bisa melihat bahwa fenomena perselingkuhan melibatkan kedua gender secara setara, meskipun dalam bentuk yang berbeda.

Memahami faktor emosional dan sosial di balik tindakan ini dapat membantu pasangan menghindari konflik serupa di masa depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan