Saat Yngwie Malmsteen Membius Hammersonic

Yngwie Malmsteen langsung menggebrak dengan lagu "Rising Force" sebagai pembuka di panggung Empire Hammersonic.

Diterbitkan 05 Mei 2024, 17:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Setelah lagu ketiga ini pula, Yngwie mulai menggonta-ganti gitarnya. Tak kurang dari lima kali dia berganti gitar Fender Stratocaster berwarna putih vintage-nya.

Yngwie memang tak banyak berkomunikasi menggunakan bahasa lisan dengan penonton. Namun, lewat atraksi kecepatan jari-jarinya, rasanya penonton sudah terpuaskan.

Minim Koor

Malam itu, gitaris yang sudah melahirkan lebih dari 20 album studio ini juga lebih banyak memainkan komposisi-komposisi instrumentalnya, ketimbang memainkan hits-hits dengan vokal, seperti "Save Our Love", "Dreaming (Tell Me)", atau "I'm My Own Enemy".

Alhasil, minim sekali tercipta koor dari penonton. Padahal, bisa dijamin, jika Yngwie memainkan hits-hits di atas, karaoke massal akan terjadi.

Yang ada, penonton terus dibuat tercengang, seperti terbius menyaksikan kelihaian dan kecepatan jari-jemari gitaris yang sebelumnya pernah tiga kali tampil di Indonesia ini. Dua kali konser tunggal, sekali bersama Generation Axe.

Teknik-Teknik gitar yang memang sudah lama menjadi trade-mark-nya, seperti sweep picking arpeggio, diperlihatkan Yngwie dengan ciamiknya lewat nomor-nomor instrumental terus mendominasi konser. Mulai "Into Valhalla", "Far Beyong the Sun", "Trilogy" dan lainnya.

Tak pelak, semua adegan di panggung menunjukkan dan menjustifikasikan pria yang Juni tahun ini genap berusia 60 itu sebagai salah satu guitar shredder nomor wahid dunia.

Yngwie juga sempat memainkan komposisi musik klasik "Paganini's 4th". Musik klasik memang bisa dibilang merupakan roots Yngwie sebagai gitaris.

Nyanyi Bareng Seventh Sign

Penonton baru diberi kesempatan bernyanyi bersama lagi saat Yngwie membawakan lagu "Seventh Sign" yang diambil dari album dengan judul sama (1994), di ujung konser.

Yngwie akhirnya menutup konser dengan atraksi solonya, tanpa diingiri kibor, bass, atau drum.

"Keren, atraktif," ujar Agus Mudhouse, seorang penikmat musik asal Jakarta, yang mengaku sebenarnya tak terlalu suka nomor-nomor instrumental yang mengedepankan solo gitar. "Seolah-olah jari-jarinya tidak ada capeknya gitu."

Agus, yang juga seorang vokalis band tribute to Def Leppard, Rocket Dive, mengaku awalnya, dia menunggu hits-hits balada milik Yngwie, seperti "Brothers", "I'm My Own Enemy", atau "Like an Angel". Maklum, sebagai vokalis dia sudah siap untuk ikut bernyanyi bersama.

Sayang, lagu-lagu tersebut tidak dibawakan. "Untung, 'Seventh Sign' masih dibawakan. Jadi tetap enjoy. Intinya sih terhibur," ujarnya.

Wisnu Heretix, gitaris band Crossover thrash asal Jakarta, Divine, punya pandangan tersendiri soal penampilan Yngwie. Menurut dia, konsep penampilan Yngwie kini memang lebih mengedepankan dirinya sebagai gitaris.

"Konsepnya sekarang, Yngwie yang jadi sorotan utama banget. Seperti proyek egonya dia. Jadi, formatnya sepertinya udah bukan band lagi," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan