Akademi Sahur Indonesia atau AKSI Indonesia 2023 Menuju Perebutan Tiga Tiket Terakhir Ke Babak Top 18 

Babak Top 18 AKSI Indonesia 2023 Mulai Bergulir Rabu, 29 Maret 2023

Diperbarui 28 Maret 2023, 20:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kompetisi dakwah Akademi Sahur Indonesia AKSI Indonesia 2023 yang menghadirkan kompetisi ustaz dan ustazah terbaik dari berbagai daerah masih terus berlanjut. Kloter Al-Mu’min menjadi kloter terakhir yang bersaing di babak Top 24 AKSI Indonesia 2023. Tersisa tiga tiket terakhir menuju babak Top 18 yang harus diperebutkan oleh Azam (Tasikmalaya), Dea (Garut), Mahu (Maluku), dan Yunizar (Kepulauan Riau). 

Dewan Juri yang hadir yakni Mamah Dedeh, Ustaz Subki Al Bughury, Ustaz Solmed, Ustaz Wijayanto, serta Habib Usman Bin Yahya semakin selektif menilai tausiah yang disampaikan seluruh kontestan.

“Ibu Dulu Baru Jihad” menjadi tema tausiah pembuka kompetisi Kloter Al-Mu’min yang disampaikan oleh Dea (Garut). Dalam waktu durasi 5 menit, Dea (Garut) menyampaikan pesan penuh makna dari tausiahnya yang mengingatkan kita semua untuk berbakti kepada ibu. Nilai tertinggi sebesar 94 poin diberikan Ustaz Subki Al Bughury hingga Dea berhasil mengumpulkan total poin sebesar 456 poin dari kelima Dewan Juri. 

"Jadi ini contoh untuk kita semua, sesukses apapun kalian saat ini jangan pernah melupakan ibu. Kalian baik atau tidak kepada ibu, ibu akan tetap selalu mendoakan kalian semua," tutur Mamah Dedeh sambil menitikkan air mata.

 

Tema Tausiah

Giliran Azam (Tasikmalaya) yang menyampaikan tema tausiah “Berbakti Setelah Orang Tua Tiada” dan berhasil mengumpulkan 461 poin dari seluruh Dewan Juri. "Azam tausiah kamu tadi mengharukan sekali," ujar Irfan Hakim seraya menghampiri Azam (Tasikmalaya).

>"A’ Irfan itu tadi adalah kisah nyata yang saya alami ketika saya masih menempuh pendidikan di pondok pesantren dan tanpa disangka-sangka ketika saya pulang, ayah saya sudah terbujur kaku," kenang Azam (Tasikmalaya) seketika mengubah suasana Studio Indosiar penuh haru.

"Ustaz Azam ini struggle untuk berjuang menjadi orang yang sukses meski sang ayah meninggal di saat Ustaz Azam masih membutuhkan sosok ayah," tutur Ustaz Subki Al Bughury yang langsung ditambahkan oleh Mamah Dedeh.

"Azam justru semakin termotivasi untuk menjadi sukses setelah ayah meninggal. Mudah-mudahan semakin sukses,"harap Mamah Dedeh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Sangatlah merugi orang-orang yang berada di Bulan Ramadhan namun tidak memperbanyak taubatnya”, tutur Mahu (Maluku) dalam tausiahnya yang berjudul “Ramadhan Bulan Ampunan”.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan