Sukses

Aktivis! 4 Anthem Ini Bisa Jadi Alternatif Buat Naikkan Semangat Massa Aksi lho

Liputan6.com, Jakarta Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa atau kaum buruh, khususnya di Indonesia dan dunia pada umumnya, nggak pernah lepas dengan yang namanya lagu. Yup, lagu menjadi semacam pesan universal untuk para massa aksi yang lagi memperjuangkan kebenaran yang mereka yakini.

Di Indonesia sendiri, jamak kita dengar, atau kamu yang sering ikut aksi, anthem "Buruh Tani" dan "Darah Juang" sebagai anthem wajib dalam mengiringi aksi. Tapi, selain kedua anthem itu, ada lho anthem lain yang bisa dijadikan alternatif saat demonstrasi buat membakar semangat massa aksi yang turun ke lapangan. Apa saja sih? Berikut daftarnya!

2 dari 5 halaman

1. Internasionale

Bagi kelas pekerja di seluruh dunia, lagu Internasionale sudah nggak asing deh. Lagu ini diciptakan oleh Eugène Pottier, seorang buruh dan sosialis di Perancis. Lagu ini berasal dari puisi yang ditulisnya pada tahun 1871.

Puisi itu bertujuan untuk menyemangati kelas pekerja untuk terus berjuang demi masyarakat yang lebih baik. Dari puisi, menjadi lagu. Ya, pada tahun 1901, koran progressif di Rusia, Iskra, menerjemahkan dan memuat Internasionale. Setelah Revolusi Rusia 1917, kaum Komunis Rusia mengadopasi lagu ini sebagai lagu kebangsaan Uni Soviet hingga 1944.

Sejak itulah Internasionale mendunia. Dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, salah satunya di Indonesia. Lagu Internasionale diterjemahkan ke bahasa Melayu oleh Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hajar Dewantara. Hasil terjemahannya dimuat di koran Sinar Hindia, korannya Sarekat Islam, pada 5 Mei 1920. 

3 dari 5 halaman

2. Imagine

Lagu yang ditulis oleh John Lennon pada 1971 ini mewakili mewakili harapan banyak manusia pada dunia yang ideal. Dunia yang damai untuk semua orang, tanpa memandang suku, agama, ras, gender, dan kebangsaan. Sebuah dunia yang terbebas dari kebencian, perang, dan keserakahan.

Ini juga yang membuat Imagine dijadikan lagu kebangsaan oleh para aktivis anti-perang, penentang rasisme, penentang fasisme, dan penentang kapitalisme.

4 dari 5 halaman

3. Bella Ciao

Ini adalah anthem perjuangan yang lahir di Italia. Ketika Italia dikoyak Fasisme sepanjang tahun 1922-1945, kelompok perlawanan muncul dengan gagah-berani yang melabeli diri mereka sebagai partisan.

Para partisan ini rela menyerahkan nyawa demi terbebasnya Italia dari kekejian Fasisme dan menyemangati diri dengan lagu-lagu perjuangan. Satu yang paling terkenal, Bella Ciao.

Lagu ini bercerita tentang seorang pemuda yang meninggalkan kekasihnya, lalu bergabung dengan partisan untuk melawan Fasisme. Di tahun 2017, Film garapan Netflix, Money Heist menyelipkan lagu ini dan membuat Bella Ciao semakin populer.

5 dari 5 halaman

4. Do You Hear The People Sing

Diambil dari musikalisasi novel karya Victor Hugo, Les Misérables. Novelnya itu ditulis oleh Victor Hugo pada 1862. Novel yang mengambil latar revolusi Perancis pada 1789 sangat populer. Dianggap salah satu novel terbesar di sepanjang abad ke-19.

Lagu Do You Hear The People Sing sangat populer dalam aksi protes di berbagai belahan dunia, mulai dari Hong Kong hingga Amerika Serikat. Bahkan, saat pemuda-pemudi Myanmar bangkit menentang rezim kudeta, lagu ini juga menjadi penyemangatnya. Memang, jika ini dinyanyikan secara bersamaan, akan merinding dibuatnya!

Itu dia 4 anthem yang bisa kamu jadikan alternatif untuk membakar semangat massa aksi yang turun ke lapangan ya! Terasa bosan nggak sih kalau terus bawain anthem yang itu-itu aja?

 

(*)