Sukses

Pesan Andika Kangen Band untuk Para Musisi Cover: Kami Bikin Lagu Kadang Sampai Begadang

Liputan6.com, Jakarta Masalah mengenai royalti sebuah lagu yang dinyanyikan oleh musisi cover, hingga saat ini tak kunjung usai. Sebelum mengenai royalti, hal yang paling sederhananya adalah tentang izin.

Andika Kangen Band, mengatakan bahwa hingga saat ini banyak masih belum memahami mengenai hak cipta sebuah karya. Banyak yang seenaknya mengcover lagu milik musisi lain tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Hal itu disampaikan oleh Andika Kangen Band saat berbincang dengan Eko Patrio membahas tentang hak cipta dan musisi cover.

"Ada beberapa yang izin, ada yang enggak. Orang awam kadang-kadang nggak ngerti," kata Andika Kangen Band di kanal YouTube Eko Patrio TV.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 4 halaman

Bingung

Andika Kangen Band sendiri pun mengakui bahwa masalah mengenai cover ini masih menjadi polemik. Ia kemudian memberikan contoh mengenai kerjasama seorang pencipta lagu dengan pihak publisher.

"Bingung sih. Ini masalah orang banyak soalnya. Sekarang ini banyak orang yang nggak tahu, misalnya aku bikin lagu untuk mas Eko, lewat publishing, dalam kontrak itu ada perjanjian misalnya lagu itu nggak boleh dipake siapa-siapa, harus mas Eko aja yang nyanyi, kalau dipake orang itu kena tuntut, itu ada. Kita pun sebagai pencipta lagu kalau udah di publishing kita udah nggak punya hak," kata Andika Kangen Band.

 

3 dari 4 halaman

Tak Mudah

Lebih lanjut, Andika Kangen Band menyebut bahwa masih banyak musisi cover yang tidak mengindahkan royalti kepada si pemilik lagu. Padahal menurutnya, membuat lagu bukanlah hal yang mudah.

"Kadang kita sebagai pencipta juga dirugiin karena orang yang bikin lagu itu kadang tidurnya sampe malem, begadang," ujarnya.

 

4 dari 4 halaman

Apresiasi

Seharusnya para musisi cover memberikan apresiasi untuk pencipta lagu yang karyanya mereka cover, "Itu kan karya mereka, kasihan juga. Seharusnya ada kompensasi juga untuk penciptanya," tutupnya.