Lydia Kandou Bayangkan Rasanya Diabaikan Anak Demi Serial Horor Internasional Folklore Season 2

Di serial Folklore season 2 garapan HBO Asia, Lydia Kandou memerankan Marni, penghuni baru di sebuah panti jompo yang kemudian berhadapan dengan Palasik.

Diterbitkan 07 Desember 2021, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Lydia KandouInggrid Widjanarko, Alexandra Gottardo, dan Ken Zuraida akan tampil di salah satu episode serial antologi horor HBO Asia Original berjudul Folklore untuk season 2.

Sutradara Billy Christian mendapat kesempatan untuk menggarap episode bertema mitos makhluk Palasik dari Indonesia yang berjudul Grandma’s Kiss.

Di sini, Lydia Kandou memerankan Marni, penghuni baru di sebuah panti jompo yang dikirim oleh puterinya. Marni pun merasa diabaikan dan merindukan kehidupan lamanya.

Marni lalu mendapati teman sekamarnya, Ningsih, diduga bisa menjelma sebagai Palasik yang menghantui rumah mereka. Marni lalu mendengar mitos bahwa segala keinginan pasti akan terwujud bila Palasik bisa tertangkap.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Merasa Terbuang

Kisah pun semakin menarik lantaran kita dibuat penasaran, apakah Marni akhirnya bakal menggunakan Palasik untuk mewujudkan keinginannya bisa kembali pada kehidupan lama?

Dalam konferensi pers virtual yang digelar Senin (6/12/2021), Lydia Kandou mengaku penghayatan perannya sebagai Marni sampai pada tahap membayangkan rasanya diabaikan oleh anak-anaknya sendiri.

"Kalau saya dibegitukan oleh anak saya, seperti apa ya? Mengkhayal di masa tua. Dengan karakter seperti, dia, sedihlah merasa terbuang. Sudah kayak merasa tidak berguna lagi,” Lydia Kandou menyampaikan.

Mitos di Asia

Serial Folklore selama ini menampilkan takhayul dan mitos yang mengakar di kawasan Asia. Season kedua ini memiliki enam episode dan sudah tayang secara mingguan mulai 14 November malam di HBO GO dan HBO.

Folklore Season 2 pun menyelami segudang tradisi dan kepercayaan di Asia. Sejumlah kisah dari enam kawasan berbeda di Asia, yakni Taiwan, Jepang, Thailand, Filipina, Indonesia dan Singapura, mengangkat kondisi manusia saat dihadapkan pada fenomena supernatural.

Di samping itu, para tokohnya juga sedang dalam pergumulan yang mencekam melawan dirinya sendiri. Setiap kisah di tiap episode selalu memberi pandangan dan perspektif berbeda berdasarkan arahan sutradara dari masing-masing negara.

 

Para Sineas

Para sutradara season ini adalah Shih-Han Liao dari Taiwan, Seiko Matsuda dari Jepang, Sittisiri Mongkolsiri dari Thailand, Erik Matti dari Filipina, Billy Christian dari Indonesia dan Nicole Midori Woodford dari Singapura.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Pembuat film asal Singapura yang banyak mendapat penghargaan, Eric Khoo, kembali terlibat sebagai showrunner. Menyoroti para sutradara wanita di kawasan Asia, sosok superstar pop asal Jepang, Seiko Matsuda yang membuat debut penyutradaraan, menggambar dari pengalaman pribadi menghadirkan sebuah konsep original tentang sosok menakutkan khas Jepang yang digemari. Sementara episode Singapura yang disutradarai Nicole Midori Woodford, berbicara tentang menangani trauma keluarga.  

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan