Sukses

Putri Mako Kini Tinggal di Apartemen Kontrakan Usai Lepas Status Bangsawan

Liputan6.com, New York - Selama beberapa pekan terakhir, Putri Mako jadi bahan pembicaraan publik di Jepang. Ini karena keponakan Kaisar Naruhito tersebut melepas statusnya sebagai bangsawan demi menikah dengan Kei Komuro, yang berasal dari rakyat biasa.

Setelah menikah pada 26 Oktober 2021 lalu, kini wanita yang menggunakan nama Mako Komuro tersebut meninggalkan tanah kelahirannya.

Dilansir dari People, Selasa (16/11/2021), pasangan pengantin baru ini pihak ke New York City, Amerika Serikat. Mereka terlihat meninggalkan Jepang lewat Bandara Haneda Tokyo, dan mendarat di John F Kennedy International Airport 12 setelah menjalani 12 jam penerbangan.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Ngontrak

Keduanya tampil kasual, tak lupa dengan masker yang menutupi wajahnya. Yang membedakan dari orang kebanyakan adalah pasangan ini mendapat pengawalan ketat hingga masuk ke kendaraan mereka.

Di Amerika Serikat, BBC mewartakan bahwa Mako dan Kei Komuro tinggal di apartemen yang mereka kontrak di New York City.

3 dari 5 halaman

Gagal Ujian Pengacara

Di kota ini, Kei Komuro bekerja di sebuah firma hukum setelah lulus dari Fordham University. Kabarnya, ia gagal dalam bar exam atau ujian pengacara pada awal bulan ini, tapi ia berencana untuk kembali mengambil ujiannya.

BBC juga melaporkan bahwa Mako ingin mencari kerja di tempat tinggal barunya.

 

4 dari 5 halaman

Sempat Muncul Kontroversi

Perjalanan cinta Putri Mako dan Kei Komuro memang penuh warna.

Pasangan yang sama-sama berusia 30 tahun ini, bertemu dalam sebuah acara untuk para pelajar di Shibuya, Tokyo. Keduanya saat itu bersekolah di International Christian University.

Kei Komuro melamar sang kekasih pada Desember 2013 dan mengungkap rencana menikah pada September 2017. Namun rencana ini diundur, setelah beredar luas rumor bahwa ibunda Kei Komuro berutang kepada mantan tunangannya untuk membiayai pendidikan sang anak. Utang ini konon tak dibayar.

5 dari 5 halaman

Tolak Uang Rp 18 Miliar

Riuhnya pemberitaan soal hal ini, dikabarkan membuat Putri Mako mengalami stres dan trauma.

Hal lain yang perlu dicatat, Putri Mako menolak uang dari pemerintah Jepang sebesar US$ 1,3 juta, atau sekitar Rp 18,4 miliar. Sesuai tradisi, wanita Jepang yang melepas status kebangsawanan setelah menikah memang mendapat uang dari pemerintah. Ia juga menolak ritual upacara pernikahan yang jadi tradisi untuk bangsawan Jepang.