Sukses

Berkaca dari Insiden Alec Baldwin, Dwayne Johnson Berikrar Pakai Pistol Karet untuk Syuting

Liputan6.com, Los Angeles - Insiden tewasnya sinematografer Halyna Hutchins akibat tertembak peluru di pistol yang dipegang Alec Baldwin, telah mengguncang Hollywood. Berkaca dari pengalaman ini, sejumlah pihak lantas mengambil langkah nyata.

Salah satunya adalah Dwayne Johnson, pemilik rumah produksi Seven Bucks Production.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (6/11/2021), aktor yang juga dikenal dengan julukan The Rock tersebut berjanji tak akan lagi menggunakan pistol sungguhan untuk syuting.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Pernyataan Sikap

"Aku tak bisa mewakili rumah produksi lain, aku tak bisa mewakili studio lain, tapi yang bisa kukatakan di sini [kejadian tersebut] membuka perspektif baru dari bagaimana kami beroperasi ke depannya," kata aktor yang ditemui dalam premier film terbarunya, Red Notice.

3 dari 5 halaman

Pascaproduksi

Pria 49 tahun ini menyatakan hanya akan menggunakan pistol karet saat syuting. Agar tetap terlihat nyata, nantinya properti tersebut akan dipoles dalam proses pascaproduksi.

4 dari 5 halaman

Bersimpati

Ia juga menyatakan keprihatinan atas insiden yang menimpa Halyna Hutchins dan Alec Baldwin.

"Ini adalah kejadian yang sangat mengerikan. Aku mengenal Alec sudah bertahun-tahun. Ia adalah sahabatku, dan aku bersimpati kepada pihak keluarga dan semua yang terlibat," kata dia. 

5 dari 5 halaman

Di Lokasi Syuting

Seperti diketahui, insiden ini terjadi di lokasi syuting Rust, film yang dibintangi Alec Baldwin, yang juga bertindak sebagai produser. Sebelum peristiwa terjadi, diketahui bahwa sang aktor diberikan pistol yang dinyatakan telah aman.

Namun saat tembakan dilepaskan, pistol ini memuntahkan peluru yang akhirnya menewaskan Halyna Hutchins dan melukai sang sutradara, Joel Souza.