Sukses

Anak Oki Setiana Dewi Dibawa ke Rumah Sakit Akibat Terkena Pecahan Kaca

Liputan6.com, Jakarta Putri kedua Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio, Khadeejah Fateemah Abdullah harus dilarikan ke rumah sakit. Hal ini dikarenakan bocah lima tahun itu menginjak beling pecahan gelas hingga menyebabkan luka pada kakinya 

Melalui Instagram, kakak kandung Ria Ricis ini mengunggah lima foto di mana Khadeejah diuap dan terlihat berdarah di bagian telapak kakinya.

“Semalam kami harus membawanya ke UGD karena tanpa sengaja ia menjatuhkan gelas kaca dan terkena kakinya," kata bintang film Ketika Cinta Bertasbih ini di akun Instagramnya, Selasa (27/7/2021).

 

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Aktif

Anak kedua Oki itu memang dinilai sangat aktif. Khadeejah diceritakan Oki sangat hobi berlarian dan memanjat pohon. Bahkan, baru-baru ini berani memotong rambutnya sendiri di bagian poni. 

“Ini Khadeejah yang lagi diuap karena pilek, hehe. (Lihatlah poni hasil karyanya sendiri). Setiap anak unik dan berbeda. Begitu pula Khadeejah dengan yang lainnya. Ia sangat aktif, suka berlari ke sana-kemari dan suka manjat-manjat. Kalau lagi sekolah online, entah berapa kali ganti tempat dan ruangan," tulis Oki Setiana Dewi.

3 dari 4 halaman

 Luka

Kembali ke luka pada kaki anaknya, Oki menyebut kaki Khadeejah mengalami luka yang terlalu serius, hingga dirasa tak perlu harus dirawat. 

“Khadeejah membuat saya teringat akan aunty-nya (Ria Ricis) dulu. Khadeejah pemberani dan sangat suka olahraga seperti aunty-nya. Ia juga penyayang pada hewan. Semua kambing dan domba untuk kurban kemarin dielusnya tanpa henti," ucap Oki Setiana Dewi.

4 dari 4 halaman

Wajar 

Oki menganggap apa yang terjadi dengan anaknya adalah sesuatu yang biasa bagi anaknya. Bintang film Ketika Cinta Bertasbih ini harus mengajarkan putrinya bertanggung jawab dengan semua yang telah dilakukan. 

"Cara saya? Membebaskan dia bereksperimen dengan pengawasan dan mengajarinya bertanggungjawab dengan 'kehebohan' yang dibuatnya. Contohnya seperti membereskan apa yang sudah diberantakin,” ujar Oki Setiana Dewi.

“Selain itu juga mengingatkan pula apa yang bahaya untuknya. Juga, mengarahkan ia untuk melakukan aktivitas yang disenanginya supaya kegiatannya terarah dan dapat memaksimalkan kecerdasannya," pungkas Oki Setiana Dewi.