Sukses

6 Hit Besar Karya Dewi Lestari, yang Ulang Tahun ke-44 Hari Ini 20 Januari 2021

Liputan6.com, Jakarta Tak banyak singer-songwriter perempuan yang dimiliki Indonesia. Dewi Lestari, salah satu dari yang sedikit itu. Rabu (20/1/2021), penulis yang karib disapa Dee Lestari ini ulang tahun ke-44.

Sepanjang kariernya, penulis novel Perahu Kertas dan Supernova menggubah banyak lagu. Tidak sedikit yang dibawakan penyanyi lain lalu jadi hit besar, menembus ruang dan waktu.

Merayakan ulang tahun novelis yang dipanggil Ibu Suri oleh penggemar fanatiknya ini, izinkan Showbiz Liputan6.com menghimpun 6 karya besar Dee Lestari dari era 1990-an hingga kini.

 

2 dari 7 halaman

1. Satu Bintang Di Langit Kelam (1995)

Perkara cinta bertepuk sebelah tangan di mata Dee bagai masalah sebesar galaksi. Sakitnya cinta tak berbalas dilukis Dee dalam larik, “Sinarmu rimba pesona dan kutahu t'lah tersesat. Kukejar kau takkan bertepi, menggapaimu takkan bersambut.”

Vokal Dee dalam lagu ini tampak dominan. Sahutan Rida dan Sita membuat nomor pamungkas di album Antara Kita terasa dramatis. Jadilah album rilisan Warna Music ini bagai film unhappy ending yang membekas hingga kini.

 

3 dari 7 halaman

2. Kusadari (1999)

Pada 1999, Rida Sita Dewi dipinang Sony Music. Sebagai pemanasan, trio ini mengisi album kompilasi Indo Hits dengan single anyar “Kusadari” karya Yovie Widianto yang liriknya digurat Dee.

Tak sepuitis “Satu Bintang di Langit Kelam” namun gaya sastra Dee terdengar jelas dari permainan rima dalam larik lirik “Kusadari.” Jatuh cinta terasa lebih berkelas berkat tulisan Dee.

 

4 dari 7 halaman

3. Firasat (2003)

“Firasat” contoh di level paripurna bagaimana menulis lirik puitis dengan teknik metafora. Dee mencomot benda-benda langit untuk menggambarkan keindahan seseorang. Dari tabur bintang seindah aura hingga senyum serupa bulan sabit.

Lagu ini tak terasa berat atau jadi menye-menye. Bisa jadi ini berkat vokal Marcell yang elegan dan berwibawa. Single kedua dari album debut Marcell bareng Warner Music ini tak lekang dimakan zaman.

 

5 dari 7 halaman

4. Perahu Kertas (2012)

Salah satu bukti bahwa Dee layak dipanggil Ibu Suri. Rahim pemikirannya melahirkan kisah Kugy dan Keenan. Ia pula yang menerjemahkan novel itu menjadi skenario dengan taste serbapas.

Dee pula yang menyarikan skenario itu menjadi lirik. Mendengar lagu “Perahu Kertas” yang dilantun Maudy Ayunda, kita beroleh gambar besar soal film maupun novel tanpa spoil. Brilian.

 

6 dari 7 halaman

5. Malaikat Juga Tahu (2013)

Tak ada yang lebih membekas dari Malaikat Juga Tahu kecuali akting Lukman Sardi yang bikin dada sesak plus lagu tema lantunan Glenn Fredly. Keduanya sama-sama menyakitkan.

Ini berkat sudut pandang Dee soal “kompetisi” pemilik cinta yang terbesar juga bagaimana rasa terbesar itu mengejawantah. Kita tahu sama tahu, yang bisa bikin judul lagu seeksentrik itu di negara ini hanya Dee.

7 dari 7 halaman

6. Kali Kedua (2016)

Kesempatan kedua bukan tema baru di industri musik, tapi penuturan ala Ibu Suri membuat “Kali Kedua” terasa unik. Nomor ini mengingatkan kita untuk memberi kesempatan kedua kepada orang yang tepat.

Lantas siapa yang layak mendapatkannya? Dialah yang senyumnya mampu mencuri detak jantung dan peluknya sanggup menyapu seluruh kalbu. Tanpa ragu, “Kali Kedua” adalah kesempatan ketiga Raisa untuk mencetak hit besar dan terbukti berhasil.