Rumah Terjual, Ashanty Bingung Mau Tinggal di Mana

Rumah Anang dan Ashanty di Cinere laku terjual Rp 35 miliar.

Diterbitkan 06 Juli 2020, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Anang Hermansyah dan Ashanty yang disebut dengan Istana Cinere akhirnya terjual. Rumah tersebut dibeli seseorang asal Jember, Jawa Timur, yang enggan disebutkan namanya.

Menurut Ashanty, pembeli rumah mewahnya akan membayar pada akhir Juli 2020. Rumah bergaya Eropa tersebut dibeli tanpa ditawar.

"Jadi rumah kita ini dibeli sama Sultan Jember, kita enggak bisa ngasih tahu tapi ada melalui perantaranya. Dia beli beberapa rumah, dan enggak nawar lagi. Luar biasa," papar Ashanty di saluran YouTubenya, dikutip pada Senin (6/7/2020).

Belum Punya Rumah Baru

Ashanty sangat senang karena rumahnya terjual dengan harga tinggi. Kendati demikian, dia bingung karena tak tahu harus tinggal di mana nantinya. Meski telah memasarkan rumahnya, Anang dan Ashanty belum memiliki rumah baru untuk ditempati. Mereka rupanya masih mencari-cari.

Sampai Desember

"Ini aja jujur ya, rumah laku, kita enggak tahu mau ke mana. Mas Anang sih penginnya di Pondok Indah," kata artis berusia 35 tahun tersebut. Beruntung, sang pembeli rumah baik hati. Keluarga Anang Hermansyah dan Ashanty masih diperkenankan menempati rumah tersebut meski sudah dibayar.

Alasan Pertama

"Yang lebih pentingnya kita pindah ke mana. Tapi nih baiknya dia ya, dia ngasih waktu aku enam bulan buat pindah dari rumah. Jadi sampai Desember (2020) aku masih bisa di rumah Cinere sampai aku dapat rumah," tuturnya.

Ada beberapa alasan mengapa Anang dan Ashanty menjual rumah yang sudah bertahun-tahun ditempati. Itu lantaran biaya listriknya terlampau mahal.

Yang Kedua Adalah...

Yang kedua, karena ukuran rumah terlalu besar. "Enggak pernah dikunjungi, kan itu bagian-bagian tertentu saja (yang dipakai). Aku tuh, cuma ke kamar sama ruang makan, pantry, sudah. Cuma di situ doang," Ashanty mengakhiri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Isi Pidato Joshua Seventeen di Forum UNESCO, tentang Pentingnya Impian Anak Muda

Zulfa Ayu Sundari, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan