Sukses

Seperti Lamaran, Ustaz Zacky Mirza Bawa Seserahan Saat Beli Motor Mendiang Ustaz Jefri Al Buchori

Liputan6.com, Jakarta - Ustaz Zacky Mirza membeli motor Kawasaki ER-6n milik mendiang Ustaz Jefri Al Buchori, yang digunakan saat mengalami kecelakaan tunggal sampai akhirnya meninggal dunia pada 2013 lalu.

Motor tersebut sengaja dibeli Ustaz Zacky Mirza, agar bisa dimanfaatkan kembali seperti sediakala dan bisa digunakan untuk berdakwah.

Namun yang menarik dalam membeli motor tersebut, Ustaz Zacky Mirza membawa seserahan seperti layaknya pernikahan untuk membeli motor tesebut.

"Beli motor sudah kaya mau ngelamar lah ada bawaan. Seserahan karena ini history-nya yang mahal," kata Ustaz Zacky Mirza dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (1/5/2020).

2 dari 5 halaman

Tak Sembarangan

Tak hanya itu, sebelum benar-benar membelinya, Ustaz Zacky Mirza melakukan shalat terlebih dahulu agar diberikan petunjuk oleh Tuhan.

"Dan saya enggak sembarang beli, jadi shalat dulu," kata Ustaz Zacky Mirza.

3 dari 5 halaman

Rahasiakan Harga

Untuk masalah transaksi jual-beli, kata ustaz Zacky Mirza, semua sudah selesai. Namun ia enggan menyebutkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membeli motor tersebut.

"Saya sudah sepakat sama keluarga (Uje) enggak nyebut harga, yang pasti di atas rata-rata pasaran lah. Kenapa? karena motor ini di STNK dan BPKB masih nama ustaz Jefri, itu yang membuat wajar nilainya di atas pasaran," kata ustaz Zacky Mirza.

4 dari 5 halaman

Untuk Pesantren

Nantinya, uang dari pembelian motor tersebut akan dialokasikan untuk pesantren milik Ustaz Jefri Al Buchori, As Shohabah.

"Dana itu kan bukan semata-mata buat motor ya tapi buat pesantren," ustaz Zacky Mirza mengakhiri.

5 dari 5 halaman

Ustaz Jefri Al Buchori

Seperti diketahui, Ustaz Jefri Al Buchori meninggal dunia diusia 40 tahun akibat kecelakaan tunggal yang dialaminya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada 2013 silam.

Uje, begitu sapaan akrabnya, sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya, nyawa suami Umi Pipik itu tak tertolong.