Lagu Akad Diangkat ke Film Komedi Romantis

Lagu Akad banyak didengarkan di radio dan Youtube.

Diterbitkan 18 Februari 2020, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Lagu ‘Akad’ yang dinyanyikan oleh grup Payung Teduh diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama oleh produser IFI Sinema Adi Sumarjono. Lagu ‘Akad’ memang sempat menjadi fenomena di beberapa radio karena banyak di-request. 

Lagu Akad memiliki makna yang sangat dalam dan sakral bagi setiap pasangan di Indonesia, bahkan pasangan-pasangan muda yang menjadikan lagu tersebut theme song kisah cinta mereka. Lagu ini menjadi salah satu lagu Indonesia paling fenomenal, yang sudah ditonton lebih dari 106 juta kali di youtube.

Setelah proses persiapan yang cukup panjang, IFI Sinema bekerjasama dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali dan The Mandalika Lombok NTB, serta didukung oleh E-Motion Entertainment dan Perum Perusahaan Film Negara (PFN), memulai penggarapan Film ini pada Februari 2020 ini. Proses syuting film Akad ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

 

Alasan

Selain jalinan cerita yang apik dan didukung artis film berkualitas, penonton film ini nantinya juga akan dimanjakan dengan visual-visual yang cantik dengan latar belakang pemandangan bukit dan pantai yang indah di kawasan The Mandalika Lombok NTB yang tengah dikembangkan oleh ITDC, sebagai salah satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas pilihan Pemerintah. The Mandalika juga akan menjadi tuan rumah seri balap motor dunia MotoGP mulai tahun 2021 di Mandalika Street Circuit di dalam kawasan.

“Keterlibatan ITDC dalam produksi Film Akad ini adalah salah satu upaya untuk mempromosikan kawasan The Mandalika secara nasional melalui pendekatan yang kreatif, yang kami harapkan dapat sekaligus mendorong perkembangan industri kreatif di Indonesia khususnya bidang film. Keterlibatan dalam film ini juga sebagai salah satu dukungan ITDC terhadap program Kemenparekraf yang mendorong promosi pariwisata melalui media film,” ujar Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer.

>“Memproduksi film yang menjual lokasi-lokasi indah dan unik di daerah-daerah tertentu merupakan sebuah langkah kreatif dalam mempromosikan sebuah destinasi pariwisata kepada masyarakat khususnya kalangan milenial. Apalagi saat ini, mulai berkembang tren kunjungan wisatawan ke daerah yang menjadi lokasi atau latar sebuah film. Ke depan, diharapkan, makin banyak rumah produksi yang memanfaatkan lokasi syuting di The Mandalika sehingga nama The Mandalika makin dikenal masyarakat dan mampu menarik kunjungan wisatawan ke daerah tersebut,” tambah Abdulbar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan