Sukses

Judy: Renee Zellweger Seperti Kerasukan Sang Diva, Wajar Diganjar Piala Oscar

Liputan6.com, Jakarta - “Kalian tidak akan melupakanku, kan?” tanya Judy Garland (Renee), sang diva yang tampil mewah mengenakan gaun terusan warna hitam mengilat tanpa lengan.

Hadirin bertepuk tangan sambil berdiri. Malam itu, Judy menyanyikan “Over The Rainbow” dalam rangkaian tur Talk of the Town, di London.

Tak ada yang menyangka, setengah tahun setelah tur itu Judy meninggal di usia 47 tahun. Judy adalah legenda Hollywood dengan kisah hidup getir sekaligus tragis. Ia bercerai dengan suaminya, Sidney Luft (Rufus).

Perceraian ini menyisakan sengketa hak asuh dua anak, yakni Lorna (Bella) dan Joey (Lewin). Di sisi lain, Judy ternyata tuna wisma. Ia terpaksa mengambil tur di London agar mampu membayar pengacara untuk merebut hak asuh anak dan membeli rumah.

2 dari 7 halaman

Tidak Mengultuskan Tokoh

Di tengah tur, Judy menikahi Mickey Deans (Finn) pengusaha muda yang menjanjikannya kehidupan mapan. Mickey tengah melobi pengusaha jaringan bioskop yang berencana membuka 500 layar dengan nama Judy. Nantinya, Judy tak perlu menyanyi. Cukup menghadiri pembukaan bioskop, uang datang sendiri. Sayang, rencana tak sesuai harapan.

Judy bukanlah film biografi kebanyakan yang mengultuskan seorang tokoh atau menceritakan kehidupan dari kecil hingga akhir hayat. Sineas Rupert bersama penulis Tom Edge memilih fokus pada masa-masa sulit Judy, dari perceraian, hidup menumpang di rumah teman, pernikahan kedua dengan pecundang, mencandu alkohol, hingga dilempari penonton. Sebuah kisah pilu yang mungkin tak disukai banyak penonton.

3 dari 7 halaman

Sisi Kelam Seniman Hollywood

Namun percayalah, Judy salah satu biografi penting yang menampilkan sisi kelam pekerja seni Hollywood yang selama inin dicap glamor. Kekuatan film ini bukan pada naskah yang solid berpesan moral melainkan performa Renee Zellweger sendiri.

Aktris kelahiran Texas, Amerika Serikat, 25 April 1969 ini tidak sedang berakting. Di mata kami, Renee Zellweger kerasukan mendiang Judy Garland. Ada tiga titik penting yang memperlihatkan keatrisan Renee Zellweger.

4 dari 7 halaman

3 Titik Penting

Pertama, malam hari, saat Judy menghubungi anaknya, Lorna, lewat telepon umum. Kala itu, Judy memberi tahu putrinya bahwa ia dan mantan suami sepakat membiarkan anak-anak memilih tempat tinggal yang nyaman. Tempat tinggal yang dimaksud, adalah rumah Sidney Luft.

Judy tak mau anaknya nyaman di rumah mantan suami. Ia ingin anak-anak tinggal bersamanya. Sayang, Lorna memilih rumah ayahnya. Ia berpendapat terlalu sering pindah rumah tak menyenangkan dan rumah sang ayah sudah lebih dari cukup.

Judy yang depresi menerima keputusan putrinya. Telepon ditutup. Dan perhatikan perubahan raut muka Renee. Dari diam, kemudian tampak pedih, dan akhirnya menangis. Serius, kami tergetar di adegan ini.

5 dari 7 halaman

Adegan Menyentuh Judy

Kedua, saat Judy menggelar perpisahan kecil dengan asistennya selama di London dan ketua band pengiring di sebuah rumah makan. Perpisahan ditandai dengan potong kue. Judy menolak memotong kue. “Memotong kue membuatku teringat momen menikahi pria pecundang,” ucapnya.

Judy lantas menerima potongan kue namun tidak segera menyantap. Perhatikan, cara Renne mengutak-atik kue, memutar-mutar piring kecil dengan kepala tertunduk dan wajah terbeban. Oh, gestur yang brilian!

Ketiga, yang membuat kami menangis di bioskop, adegan pamungkas saat Renne menyanyi “Over The Rainbow.” Kami seolah tak sedang melihat Renne melainkan Judy yang hidup lagi. Usai adegan dramatis ini, kami teringat perkataan legenda hidup Meryl Streep.

Peraih 3 Oscar yang 21 kali dinominasikan ini pernah bilang kira-kira begini, “Akting yang baik itu tak 100 persen mengubah sang aktor. Ada sedikit persen dari dirinya tersisa saat menjadi karakter yang diperankan.”

6 dari 7 halaman

Rekam Jejak Renee

Malam itu, saat menonton performa Renne Zellweger kami menginsyafi, bentuk matanya masih Renee yang selama ini kita kenal. Namun sorotnya, adalah sorot Judy. Inilah kekuatan akting di level tertinggi. Kami telah berkali-kali melihat Renee berakting keren.

Ia menaikkan berat bada 12,5 kg demi menghidupkan tokoh Bridget Jones. Ia tampil total sebagai Roxie Hart dalam Chicago. Lalu mencuri panggung Nicole Kidman dalam film Cold Mountain dan karenanya diganjar Oscar Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Sempat jadi bulan-bulanan karena “mengubah” wajah, Renne kembali dengan performa tingkat dewa dalam Judy. Berkat Judy, ia diganjar piala Golden Globe, SAG Award, dan BAFTA. Tahun ini, ia akan menggenggam Piala Oscar kedua kecuali The Academy membuat pilihan tak populer. Judy adalah performa terbaik Renee Zellweger sepanjang kariernya. Performa ini tak akan maksimal tanpa bantuan penata rias wajah dan rambut Jeremy Woodhead.

7 dari 7 halaman

Renee Menuju Legenda

Andai Judy Garland masih hidup, tentu ia akan berkata, “Renee, terima kasih telah memerankanku dengan sepenuh hati dan jiwa.” Bintang film The Wizard of Oz dan A Star Is Born itu telah menjadi legenda meski belum pernah meraih Oscar.

Disadari atau tidak, Renne Zellweger tengah mengikuti jejak Judy menuju legenda seni peran dunia. Harus diakui, di ajang Oscars 2020 kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, Renne Zellweger tak punya lawan sepadan.

 

 

Pemain: Renee Zellweger, Finn Wittrock, Rufus Sewell, Bella Ramsey, Lewin Llyoid

Produser: David Livingstone

Sutradara: Rupert Goold

Penulis: Tom Edge

Produksi: Pathe, BBC Films, Calamity, 20th Century Fox, BFI

Durasi: 1 jam, 58 menit

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Brahms: The Boy 2, Hikayat Boneka Setan Pembawa Sial
Artikel Selanjutnya
Toko Barang Mantan: Bekas Pacarku Mau Menikah, Aku Harus Bagaimana?