5 Kisah Pilu Titiek Puspa Saat Berada di Puncak Karier

Sebagai seorang seniman, Titiek Puspa tidak memiliki penghasilan yang tetap.

Diterbitkan 13 Oktober 2019, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Empat dekade sudah Titiek Puspa menjalani kariernya di panggung hiburan Tanah Air. Namanya pun sudah menjadi legend tak hanya di musik tapi juga seni.

Meski begitu, diakui Titiek Puspa, perjalanan kariernya hingga bisa seperti sekarang ini tidak selalu berjalan mulus. Ia juga merasakan hal-hal yang mengiris hati.

Pada 1965, Indonesia dihadapkan dengan situasi yang mengerikan. Kondisi perekonomian dan politik Indonesia sedang kacau, kemiskinan merebak di mana-mana. Bahkan para penyanyi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, tak terkecuali Titiek Puspa.

Sebagai seorang seniman, Titiek Puspa tidak memiliki penghasilan yang tetap. Walau memiliki perhiasan yang cukup berharga, Titiek Puspa tidak bisa menjual perhiasan saat itu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Berada di puncak karier tidak membuat Titiek Puspa terus merasakan kebahagiaan. Berikut adalah lima kisah pilu Titiek Puspa saat berada di puncak karier yang diceritakan dalam buku berjudul Titiek Puspa A Legendary Diva karya Alberthiene Endah.

 

1. Jual Es Mambo

Diva sekelas Titiek Puspa pernah berjualan es mambo untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Titiek Puspa membuat es mambo beragam rasa dan menjualnya di depan rumah.

Hasil penjualan es mambo setidaknya bisa memenuhi biaya makan sehari-hari. Namun, bisnis kecil-kecilan tersebut tidak pernah menyisakan uang, kecuali untuk makan dan modal jualan.

 

2. Beli Mobil Bekas

Dunia hiburan perlahan mulai bangkit. Titiek Puspa mulai mendapatkan tawaran menyanyi lagi. Hasil bernyanyi dikumpulkan oleh Titiek Puspa untuk membeli mobil bekas karena kesibukan Titiek Puspa meningkat dan keamanan ibu kota kurang baik saat itu.

Suatu saat, Titiek Puspa ditawari mobil bekas mewah acara dasawarsa KTT Nonblok yang dijual murah oleh salah satu asisten Yusuf Muda Dalam. Dengan negosiasi, Titiek Puspa bisa mendapatkan mobil tersebut dengan harga kurang dari separuh. Titek Puspa langsung membawa mobil itu ke bengkel untuk diperbaiki.

 

3. Dituduh Perempuan Simpanan

Saat itu muncul gerakan KAMI dan KAPI, mahasiswa turun ke jalan untuk memperjuangkan tuntutan rakyat. Situasi Jakarta sangat genting waktu itu. Demo mahasiswa yang hebat menyebabkan perampasan mobil di bengkel-bengkel terjadi, salah satu korbannya adalah mobil Titiek Puspa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Surat kepemilikan mobil atas nama Yusuf Muda Dalam masih tersimpan di laci mobil. Ketika polisi menyita mobil-mobil yang dirampas, polisi mengetahui pemilik mobil tersebut. Hal ini menyebabkan Titiek Puspa digosipkan sebagai perempuan simpanan Yusuf Muda Dalam.  

Halaman
Show All
Liputan6.com, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan